Menko PM Apresiasi Efektivitas Pemberdayaan PNM di Gresik
- 09 Agt 2026 18:15 WIB
- Surabaya
Poin Utama
- Menko PM Muhaimin Iskandar mengapresiasi pemberdayaan ekonomi yang dilakukan PT Permodalan Nasional Madani (PNM) kepada masyarakat Desa Watuagung, Kabupaten Gresik.
- Pendampingan usaha oleh PNM terbukti mampu memperkuat ekonomi keluarga masyarakat pesisir melalui pemanfaatan potensi perikanan, tambak, dan hasil laut.
- Kunjungan Muhaimin pada 8 Agustus 2025 di Desa Watuagung, Pulau Mengare menunjukkan komitmen pemerintah dalam mendukung pengembangan ekonomi lokal di wilayah pesisir.
RRI.CO.ID, Gresik - Menteri Koordinator Pemberdayaan Masyarakat (Menko PM) Muhaimin Iskandar mengapresiasi pemberdayaan yang dilakukan PT Permodalan Nasional Madani (PNM) terhadap masyarakat di Desa Watuagung, Kecamatan Bungah, Kabupaten Gresik. Menurutnya, pendampingan usaha yang dilakukan PNM mampu membantu memperkuat ekonomi keluarga masyarakat pesisir.
Hal itu disampaikan Muhaimin saat mengunjungi Desa Watuagung di kawasan Pulau Mengare, Gresik, Sabtu 8 Agustus 2026. Dalam kunjungan tersebut, ia melihat langsung aktivitas usaha masyarakat yang memanfaatkan potensi perikanan, tambak, hingga hasil laut.
Muhaimin menilai akses pembiayaan perlu berjalan beriringan dengan pemberdayaan. Sebab, modal usaha saja dinilai belum cukup untuk mendorong masyarakat meningkatkan kapasitas dan keberlanjutan usahanya.
"Sangat efektif untuk membantu ekonomi keluarga dan saya mendapat kabar yang menggembirakan AO-nya pun tulang punggung keluarga di sini yang juga sangat aktif," ujar Muhaimin.
Desa Watuagung memiliki sekitar 3.000 penduduk. Berdasarkan data BPS 2025, sebanyak 1.492 di antaranya merupakan perempuan. PNM mencatat sekitar 60 persen perempuan di desa tersebut menjadi nasabah PNM Mekaar.
Besarnya jumlah nasabah itu menunjukkan potensi usaha ultra mikro di kawasan pesisir Mengare cukup besar. Masyarakat selama ini menggantungkan penghasilan dari perikanan, pertambakan, perdagangan hasil laut, hingga usaha pengolahan berbagai produk berbasis potensi lokal.
Salah satu nasabah yang dikunjungi adalah Lisminah, pelaku usaha pembuatan terasi yang mempertahankan usaha keluarga secara turun-temurun.
Melalui dukungan PNM Mekaar, usaha Lisminah berkembang, mulai dari kapasitas produksi, kualitas produk hingga pemasaran. Usaha yang sebelumnya menjadi bagian dari aktivitas ekonomi keluarga tersebut kini menjadi sumber penghasilan utama sekaligus membuka peluang kerja bagi warga sekitar.
PNM menilai keberhasilan nasabah tidak semata diukur dari peningkatan plafon pembiayaan. Nasabah disebut mulai naik kelas ketika mampu meningkatkan produksi, memperluas pasar, memperbaiki kualitas, memiliki legalitas usaha, membangun merek hingga menciptakan manfaat ekonomi bagi lingkungan sekitar.
Pendekatan itu kemudian dikembangkan PNM melalui klasterisasi usaha. Di kawasan Mengare, hasil laut masyarakat didorong agar tidak hanya dijual sebagai komoditas mentah, tetapi diolah menjadi produk yang memiliki nilai tambah.
Pendampingan dilakukan mulai dari proses produksi, sertifikasi halal, legalitas usaha, branding hingga pengemasan. Dengan begitu, produk lokal diharapkan mampu menjangkau pasar yang lebih luas dan memiliki daya saing lebih tinggi.
Muhaimin melihat pola tersebut menjadi bagian penting dalam pemberdayaan masyarakat. Menurutnya, penguatan ekonomi tidak cukup hanya dengan membuka akses pembiayaan, tetapi harus dilanjutkan dengan pendampingan agar usaha masyarakat semakin produktif.
"Jadi bukan hanya pembiayaan, tetapi juga pemberdayaan yang membuat usaha masyarakat semakin produktif dan mempunyai nilai ekonomi lebih tinggi," kata Muhaimin.
Pemberdayaan PNM di Mengare juga menyentuh sektor pendidikan melalui program Ruang Pintar. Program tersebut menyediakan ruang belajar dan pengembangan kapasitas bagi keluarga serta anak-anak nasabah PNM Mekaar yang memiliki keterbatasan akses terhadap pembelajaran tambahan.
Anak-anak nasabah mendapatkan pendampingan belajar secara gratis dengan dukungan fasilitas yang disediakan untuk membantu meningkatkan semangat belajar sekaligus mengembangkan potensi mereka.
Direktur Utama PNM Kindaris mengatakan ukuran keberhasilan pemberdayaan tidak hanya dilihat dari besarnya pembiayaan yang disalurkan. Lebih dari itu, pembiayaan harus mampu menciptakan perubahan nyata dalam kehidupan masyarakat.
"Perubahan itu hadir dalam bentuk yang sederhana namun nyata, usaha yang tumbuh, pendapatan keluarga yang menguat, lapangan kerja yang terbuka, dan anak-anak yang mendapatkan kesempatan belajar lebih baik," jelas Kindaris.
Menurut Kindaris, pemberdayaan melalui pembiayaan, pendampingan, klasterisasi usaha dan pendidikan menjadi satu kesatuan untuk memperluas dampak program PNM.
Kisah masyarakat Mengare menunjukkan potensi ekonomi sebenarnya telah tersedia di lingkungan warga. Tantangannya adalah bagaimana potensi tersebut diolah menjadi usaha yang berkelanjutan dan memberikan nilai tambah bagi keluarga maupun masyarakat.
Program tersebut mengusung kampanye #PNMuntukUMKM dan #PNMPemberdayaanUMKM. Inisiatif ini melanjutkan program serupa pada tahun sebelumnya bertajuk #CariTauLangkahBaru, dengan fokus memperluas dampak pemberdayaan dan membina nasabah unggulan agar semakin berkembang.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....