Kepala Bakom RI Pastikan Sekolah Rakyat Surabaya Siap Beroperasi
- 28 Jul 2026 20:31 WIB
- Surabaya
RRI.CO.ID, Surabaya – Kepala Badan Komunikasi Pemerintah Republik Indonesia (Bakom RI) Muhammad Qodari meninjau kesiapan operasional Sekolah Rakyat Terintegrasi 2 di Kedung Cowek, Surabaya, Selasa, 28 Juli 2026. Peninjauan dilakukan untuk memastikan pembangunan sekolah berjalan sesuai target sehingga kegiatan belajar mengajar dapat dimulai pada awal Agustus 2026.
Dalam kunjungannya, Kepala Bakom RI menyampaikan optimismenya terhadap progres pembangunan Sekolah Rakyat Terintegrasi 2. Menurutnya, pembangunan fisik menunjukkan perkembangan yang signifikan dan siap mendukung penyelenggaraan pendidikan bagi anak-anak dari keluarga kurang mampu.
"Insya Allah bisa mengejar target agar awal Agustus sudah mulai kegiatan belajar mengajar," ujarnya.
Ia menjelaskan, Sekolah Rakyat Terintegrasi 2 dibangun di atas lahan seluas 6,6 hektare yang sebelumnya merupakan area persawahan. Kini kawasan tersebut telah berubah menjadi kompleks pendidikan dengan gedung sekolah, asrama, serta berbagai fasilitas penunjang.
"Dari sawah, sekarang punya gedung yang begini, bagus dan megah. Saya yakin Bapak Presiden juga sangat bangga dan sangat terharu kalau melihat langsung perkembangan pembangunan Sekolah Rakyat ini," katanya.
Menurutnya, sekolah tersebut menjadi salah satu wujud nyata implementasi program Presiden Prabowo Subianto dalam memperluas akses pendidikan bagi anak-anak dari keluarga kategori Desil 1 dan Desil 2.
"Mudah-mudahan tempat ini akan menjadi pintu, akan menjadi jalan bagi perubahan nasib bagi anak-anak kita yang kurang beruntung dan bagi keluarga mereka," tuturnya.

Ia menambahkan, fasilitas yang tersedia cukup lengkap, mulai dari ruang kelas, asrama, masjid, gedung serbaguna, guest house, kantin, dapur, lapangan mini soccer, hingga lapangan basket. Sementara itu, peralatan laboratorium telah didata dan tinggal menunggu proses pengiriman.
Kepala Bakom RI mengatakan Surabaya menjadi lokasi kedua yang ditinjau nya setelah Banyuwangi. Ia berharap seluruh pembangunan Sekolah Rakyat permanen di berbagai daerah dapat diselesaikan sesuai target sehingga segera memberikan manfaat bagi masyarakat.
"Ini adalah momentum untuk menyaksikan langsung bagaimana program Presiden Prabowo bisa diimplementasikan dan menjadi nyata, dari gagasan hingga realisasi yang diharapkan membawa kemajuan pendidikan Indonesia menjadi jauh lebih baik," ucapnya.
Sementara itu, Kepala Sekolah Rakyat Terintegrasi 2 Surabaya, Prapti Wardani, mengatakan seluruh persiapan operasional terus dimatangkan menjelang dimulainya kegiatan belajar mengajar. Saat ini, dirinya masih merangkap sebagai kepala sekolah untuk jenjang SD, SMP, dan SMA sebelum nantinya masing-masing jenjang memiliki kepala sekolah sendiri.
Prapti menjelaskan, seluruh calon siswa akan menjalani pemeriksaan kesehatan sebelum memasuki asrama. Pemeriksaan akan dilakukan secara bertahap, dilanjutkan dengan kedatangan para siswa ke asrama pada 30 Juli.
"Besok kami mulai cek kesehatan sebelum masuk asrama. Setelah itu, tanggal 30 mendatangkan siswa, kemudian tanggal 31 Juli dan 1 Agustus kembali dilakukan cek kesehatan gratis sebelum masuk asrama," jelasnya.
Ia mengatakan kegiatan Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) akan dimulai pada 3 Agustus 2026. Selama lima hingga enam hari, para siswa akan mendapat pendampingan dari taruna dan taruni sebelum mengikuti rangkaian MPLS sebagaimana sekolah pada umumnya.
Menurut Prapti, saat ini proses pembelajaran masih berlangsung di Sekolah Rakyat Rintisan yang berlokasi di Universitas Negeri Surabaya (UNESA). Setelah seluruh fasilitas siap, kegiatan belajar mengajar akan dipindahkan ke gedung permanen di Kedung Cowek.
Prapti menyebutkan Sekolah Rakyat Terintegrasi 2 akan menampung 370 siswa dari jenjang SD, SMP, dan SMA. Dari jumlah tersebut, sebanyak 270 merupakan peserta didik baru yang terdiri atas 30 siswa SD, 100 siswa SMP, dan 140 siswa SMA.
"Untuk SD hanya satu rombongan belajar. Awalnya kuota direncanakan lebih banyak, tetapi hampir semua Sekolah Rakyat mengalami tantangan dalam menjaring peserta didik jenjang SD sehingga kuotanya dialihkan ke SMP dan SMA," ujarnya.
Ia menambahkan, seluruh peserta didik berasal dari keluarga kategori Desil 1 dan Desil 2 sesuai sasaran Program Sekolah Rakyat. Adapun siswa yang diterima di Sekolah Rakyat Terintegrasi 2 seluruhnya merupakan warga Kota Surabaya.
"Ini Sekolah Rakyat Terintegrasi 2, sehingga seluruh siswanya berasal dari Surabaya," ujar Prapti.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....