Transparansi Stok Pangan, Publik Diajak Cek Langsung Bulog
- 19 Apr 2026 19:37 WIB
- Surabaya
RRI.CO.ID, Sidoarjo – Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman mengapresiasi langkah Perum Bulog Jawa Timur yang membuka akses bagi publik untuk melakukan pengecekan langsung terhadap stok pangan nasional.
Menurut Amran, keterlibatan berbagai elemen seperti mahasiswa, dosen, organisasi kemahasiswaan hingga pakar pertanian menjadi bentuk transparansi pemerintah dalam memastikan akurasi data pangan.
“Ini sangat baik, ada second opinion dan cross check dari masyarakat. Semua bisa melihat langsung kondisi stok kita,” ujar Amran usai meninjau gudang Bulog di Buduran, Sidoarjo, Minggu 19 April 2026.
Ia mengungkapkan, stok pangan nasional saat ini telah mencapai sekitar 4,9 juta ton dan menjadi yang tertinggi sepanjang sejarah Indonesia. Bahkan, dalam waktu dekat jumlah tersebut diproyeksikan menembus angka 5 juta ton.
“Data ini tidak hanya berasal dari Bulog, tetapi juga didukung oleh Badan Pusat Statistik dan Food and Agriculture Organization, sehingga sangat kredibel,” tegasnya.
Selain cadangan beras, Amran juga memaparkan potensi produksi dari sektor lain. Ia menyebutkan, sektor horeka menyumbang sekitar 12 juta ton, sementara standing crop mencapai 11 juta ton. Secara keseluruhan, ketersediaan pangan nasional diperkirakan mencapai 28 juta ton, cukup untuk memenuhi kebutuhan hingga 11 bulan ke depan.
Amran menambahkan, pemerintah telah mengantisipasi dampak fenomena El Nino melalui berbagai strategi, seperti program pompanisasi dan edukasi kepada petani. Pengalaman menghadapi kondisi serupa pada tahun-tahun sebelumnya menjadi modal penting dalam menjaga stabilitas produksi.
Di sektor pendukung, pemerintah juga telah menyiapkan energi dan pupuk sejak awal tahun. Bahkan, harga pupuk disebut mengalami penurunan hingga 20 persen, yang diklaim sebagai capaian pertama dalam sejarah.
“Pupuk sudah kita siapkan sejak Januari, volumenya juga kita tambah. Ini arahan langsung Presiden,” katanya.
Selain itu, pemerintah turut menyiapkan kebijakan khusus terkait bahan bakar minyak (BBM) untuk petani dengan alokasi lebih dari 1 juta kiloliter.
Dengan berbagai langkah strategis tersebut, Amran optimistis ketahanan pangan nasional tetap terjaga, meski menghadapi tantangan perubahan iklim dan dinamika global.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....