Angka Stunting Naik, DPR RI Dorong Penanganan Cepat
- 15 Des 2025 19:02 WIB
- Surabaya
KBRN, Sidoarjo : Meningkatnya angka stunting di Kabupaten Sidoarjo menjadi sorotan utama Anggota Komisi VII DPR RI Fraksi Partai Gerindra Daerah Pemilihan Jawa Timur I, Bambang Haryo Soekartono (BHS), saat menggelar reses di Desa Karangbong, Kecamatan Gedangan. Data terbaru menunjukkan prevalensi stunting di Sidoarjo naik dari 8,2 persen menjadi 10,6 persen atau meningkat lebih dari dua persen.
BHS menyebut Kecamatan Gedangan, khususnya Desa Karangbong dan Desa Ganting, sebagai wilayah dengan angka stunting tertinggi. Kondisi tersebut dinilai perlu penanganan cepat dan terintegrasi agar tidak berdampak jangka panjang terhadap kualitas sumber daya manusia.
“Angka stunting ini sangat mengkhawatirkan karena mengalami kenaikan cukup tajam. Di Kecamatan Gedangan, terutama Desa Karangbong dan Ganting, kasusnya paling tinggi. Ini harus segera dicarikan solusi yang tepat dan berkelanjutan,” ujar Bambang Haryo Soekartono di hadapan warga, Senin (15/12/2025).
Selain persoalan stunting, masyarakat juga menyampaikan keluhan terkait mahalnya harga kebutuhan pokok. Warga menilai lonjakan harga beras, minyak goreng, gula, dan telur semakin memberatkan, terutama bagi keluarga berpenghasilan rendah, yang secara tidak langsung turut memicu risiko stunting.
“Keluhan soal mahalnya sembako ini sangat relevan dengan stunting. Ketika beras, minyak, gula, dan telur mahal, pemenuhan gizi keluarga otomatis terganggu. Aspirasi ini akan kami sampaikan dan dorong agar mendapat perhatian pemerintah,” kata BHS.
Keluhan lainnya berkaitan dengan akses infrastruktur jalan yang menghubungkan Desa Karangbong dengan Desa Kebaron Anom. Jalan tersebut disebut sudah diuruk, namun belum bisa dilalui kendaraan roda empat sehingga menghambat aktivitas ekonomi dan distribusi hasil pertanian warga.
“Tadi sudah saya sampaikan langsung kepada Pak Bupati agar ada percepatan penyelesaian akses jalan Karangbong–Kebaron Anom. Jalan ini penting untuk mendukung aktivitas pertanian, koperasi, dan ekonomi masyarakat,” tegasnya.
Dalam upaya penanganan stunting, BHS juga menyerahkan dukungan tambahan gizi kepada anak-anak yang terdampak. Ia menekankan bahwa penanganan stunting harus dilakukan secara kolaboratif antara pemerintah pusat, daerah, desa, serta dunia usaha.
“Bantuan gizi ini memang tidak banyak, tapi semoga bermanfaat. Yang terpenting adalah kesinambungan program dan komitmen bersama. Kalau angka stunting di Desa Karangbong bisa ditekan hingga di bawah lima persen, saya siapkan hadiah khusus sebagai bentuk apresiasi,” katanya.
Melalui kegiatan reses ini, BHS berharap seluruh aspirasi masyarakat, mulai dari penanganan stunting, stabilitas harga kebutuhan pokok, hingga perbaikan infrastruktur jalan, dapat segera ditindaklanjuti demi meningkatkan kesejahteraan warga Sidoarjo
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....