Jatim Siap Kawal Program Swasembada Susu dan Gula

  • 28 Nov 2025 17:39 WIB
  •  Surabaya

KBRN, Jakarta: Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa dan Wakil Gubernur Emil Elestianto Dardak bertemu Menteri Pertanian RI Andi Amran Sulaiman di Kantor Kementerian Pertanian, Jakarta, Jumat (28/11/2025). Pertemuan ini membahas kesiapan Jawa Timur mendukung Program Strategis Nasional (PSN) swasembada susu dan gula.

Gubernur Khofifah menegaskan, Pemprov Jatim siap memastikan seluruh tahapan PSN berjalan selaras hingga tingkat daerah. Salah satu fokusnya adalah percepatan pemenuhan kebutuhan sapi perah nasional. “Tahun depan akan ada rencana masuknya 200 ribu sapi bunting untuk memperkuat populasi sapi perah. Jatim siap menjadi bagian penting program ini,” kata Khofifah.

Ia menambahkan, Jawa Timur memiliki ekosistem peternakan kuat dan basis industri pengolahan susu yang mendukung suplai nasional. Tahun ini, Jatim telah mendatangkan 10 ribu sapi dara bunting sebagai langkah awal penguatan produksi.

Selain itu, Khofifah menyampaikan apresiasi terhadap kepercayaan Menteri Pertanian dalam menjalankan program Bongkar Ratun untuk swasembada gula. “Tahun depan sangat dimungkinkan kita melangkah menuju swasembada gula, dan Jawa Timur siap berada di lini depan mensukseskannya,” ujarnya.

Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman memberikan apresiasi atas kinerja Gubernur Khofifah. “Produksi padi, jagung, daging, gula, dan telur Jatim nomor satu di Indonesia. Kinerjanya luar biasa,” katanya, seraya menegaskan dukungan penuh Kementerian Pertanian untuk percepatan program tebu nasional.

Amran menjelaskan, pembangunan PSN sapi perah akan dilakukan di Kabupaten Blitar dan Banyuwangi, dengan target populasi 67.000 sapi dan luas area 13 hektare. “Pendekatannya terintegrasi, ada pakan, susu, dan offtaker-nya. Anggarannya sekitar Rp2,4 triliun,” ujarnya.

Khofifah menekankan, keberhasilan swasembada susu dan gula membutuhkan sinergi lintas sektor dari petani, koperasi, pabrik gula, hingga pemerintah daerah. “Kami siap mensinergikan seluruh perangkat daerah dan pelaku sektor pangan agar program ini tercapai dengan hasil terbaik bagi Indonesia,” katanya, mengakhiri.


google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....