Kaki Palsu Kembalikan Semangat Santri Rossy Berjuang

  • 14 Okt 2025 11:25 WIB
  •  Surabaya

‎KBRN, Sidoarjo: Harapan baru kembali tumbuh di hati Syaiful Rossy Abdillah (13), korban selamat tragedi ambruknya gedung Pondok Pesantren (Ponpes) Al-Khoziny Buduran, Sidoarjo. Setelah menjalani amputasi akibat tertimpa reruntuhan bangunan, Rossy kini mulai kembali menatap masa depan dengan semangat baru.

‎Remaja asal Sidoarjo itu mengaku kondisinya berangsur membaik, meski masih merasakan nyeri di bagian kaki yang diamputasi. “Kondisi saya Alhamdulillah sudah lebih baik, keluhannya ya tinggal ini, kaki saya masih kerasa nyeri,” ucap Rossy dengan suara pelan namun penuh optimisme.‎

‎Meski harus kehilangan satu kaki, semangatnya untuk kembali belajar di pesantren tidak pernah padam. Rossy menegaskan ingin tetap menimba ilmu di Ponpes Al-Khoziny, tempat di mana ia merasa paling nyaman.

‎“Saya masih ingin mondok lagi di Al-Khoziny, kalau pindah saya takut adaptasinya,” katanya, Selasa (14/10/2025).

‎‎Berkat kepedulian banyak pihak, Rossy kini mendapatkan bantuan kaki palsu dan alat bantu jalan. Salah satu bentuk dukungan datang dari perusahaan swasta asal Bogor, The New Laushine Beauty, melalui Partnership Manager-nya, I Nyoman Widya Dharma Nugraha.

‎“Untuk awalnya kita pakai kruk dulu sebagai alat bantu jalan. Kaki palsunya belum bisa langsung dipasang karena kaki Adik Rossy masih nyeri kalau dibuat menggantung,” jelas Nyoman, saat ditemui di Sidoarjo.‎

‎Ia menambahkan, timnya akan menunggu kondisi Rossy benar-benar pulih sebelum melakukan pengukuran kaki palsu. “Kita memang harus menunggu hasil dari dokter. Kalau sudah siap, kami akan koordinasikan dengan keluarga untuk proses pengukuran di rumahnya,” lanjutnya.‎

‎Tak hanya bantuan fisik, Nyoman juga memberikan motivasi agar Rossy tetap kuat dan pantang menyerah. “Hidup itu keras, tapi kita harus lebih keras lagi. Semoga Rossy tetap semangat belajar dan bisa membanggakan orang tua,” pungkasnya.‎

‎Kini, Rossy menatap masa depan dengan mimpi besar. Ia bercita-cita menjadi atlet pencak silat Pagar Nusa, organisasi bela diri di bawah naungan Nahdlatul Ulama (NU).

“Cita-cita saya ingin menjadi atlet silat Pagar Nusa,” ujarnya penuh keyakinan.

‎Perjalanan Rossy menjadi simbol keteguhan hati seorang anak muda yang tak menyerah pada nasib. Dengan bantuan kaki palsu dan semangat yang menyala, asa Rossy untuk kembali melangkah kini benar-benar hidup kembali.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....