Korban Tewas Ponpes Al Khoziny Bertambah 39 Jiwa

  • 05 Okt 2025 14:41 WIB
  •  Surabaya

KBRN, Sidoarjo: Upaya pencarian korban reruntuhan bangunan di Pondok Pesantren (Ponpes) Al Khoziny, Kecamatan Buduran, Kabupaten Sidoarjo, terus dilakukan tanpa henti. Hingga Minggu (5/10) siang, suasana di lokasi masih dipenuhi suara alat berat dan cahaya lampu sorot dari tim SAR gabungan yang berjibaku mengevakuasi korban dari balik puing-puing beton.

Kasubdit Pengerahan dan Pengendalian Operasi Basarnas, Emi Freezer, mengatakan proses evakuasi kali ini berlangsung sangat sulit dan membutuhkan kehati-hatian tinggi.

“Tim SAR harus bekerja ekstra hati-hati karena banyak korban tertimbun material bangunan. Kami mengangkat puing satu per satu, memotong rangka baja, baru kemudian bisa mengevakuasi korban,” jelas Emi di lokasi, Minggu (5/10/2025).

Menurutnya, tim gabungan memanfaatkan alat berat dan peralatan ekstrikasi untuk mempercepat pencarian. Namun, penggunaan alat berat sempat dihentikan sementara untuk memberi ruang bagi petugas yang melakukan pemotongan besi dan pengangkatan manual, demi keselamatan personel di lapangan.

Sepanjang operasi Minggu (5/10), tim SAR gabungan kembali mengevakuasi 13 jenazah korban. Penemuan dilakukan secara bertahap mulai pukul 00.13 hingga 11.45 WIB. Dengan penambahan ini, total korban meninggal dunia mencapai 39 orang, termasuk dua korban yang ditemukan dalam bentuk bagian tubuh.

“Kami terus melanjutkan operasi dengan fokus di sisi utara bangunan yang tidak terintegrasi dengan struktur utama. Setiap temuan kami tindaklanjuti melalui proses identifikasi oleh tim DVI Polda Jawa Timur,” tambah Emi.

Seluruh jenazah yang berhasil dievakuasi langsung dibawa ke Rumah Sakit Bhayangkara Polda Jawa Timur untuk proses identifikasi lebih lanjut.

Sementara itu, data terkini menyebutkan total korban akibat ambruknya bangunan Ponpes Al Khoziny mencapai 143 orang, dengan rincian 104 selamat, 39 meninggal dunia, dan 2 body part masih dalam proses identifikasi.

Operasi besar ini melibatkan berbagai unsur SAR dari sejumlah daerah, di antaranya Kantor SAR Surabaya, Basarnas Special Group (BSG), Kantor SAR Semarang, Kantor SAR Yogyakarta, BPBD Jawa Timur, TNI-Polri, serta relawan dari Banser, MDMC, SAR Astra, LPBI NU, dan BAZNAS.

“Prioritas utama kami memastikan tidak ada satu pun korban tertinggal di bawah reruntuhan. Semua potensi SAR kami kerahkan penuh,” tegas Emi.

Hingga berita ini diturunkan, proses evakuasi masih terus berlangsung dengan fokus utama pada pembersihan material di sektor utara bangunan ponpes.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....