Keajaiban Santri Tertidur Dibawah Reruntuhan Tiga Hari Selamat

  • 04 Okt 2025 12:19 WIB
  •  Surabaya

KBRN, Sidoarjo: Di balik duka mendalam akibat runtuhnya musala Pondok Pesantren (Ponpes) Al-Khoziny, Buduran, Sidoarjo, terselip kisah mengharukan dari seorang santri yang berhasil selamat. Ia adalah Al Fatih Cakra Buana, 14 tahun, asal Bangkalan, yang nyawanya seakan dipelihara oleh keajaiban di tengah musibah.

Al Fatih merupakan satu dari lima santri yang ditemukan hidup di bawah puing bangunan pada Senin (30/9/2025) sore. Saat musibah terjadi, ia sempat tertimpa pasir dan material bangunan, namun hanya mengalami luka lecet di bagian punggung dan pantat.

“Saya sempat lari, tapi masih kena (runtuhan). Pas sadar, saya nggak merasa sakit sama sekali,” tutur Al Fatih saat ditemui wartawan di RSUD R.T. Notopuro, Sabtu (4/10/2025).

Yang mengejutkan, Al Fatih mengaku sempat seperti kehilangan kesadaran. Ia merasa sedang tidur sangat lama dan mengalami mimpi yang begitu nyata.

“Kayak tidur lama, terus mimpi minum pakai selang. Rasanya nyata banget. Terus kayak jalan-jalan di tempat gelap, naik mobil pick-up, tapi nggak tahu ke mana,” ucapnya lirih.

Keajaiban datang dari posisi tubuhnya yang justru tertutup oleh tumpukan pasir dan lembaran seng. Puing itu yang melindunginya dari hantaman material lebih berat.

“Di situ ada lima orang. Saya sudah nggak ingat semuanya. Tapi keluar dari situ rasanya merangkak pelan-pelan,” kenangnya dengan suara terbata.

Kini kondisi Al Fatih berangsur stabil setelah mendapat perawatan medis. Kisahnya menjadi pengingat tentang rapuhnya kehidupan sekaligus kuatnya harapan, di tengah tragedi yang merenggut belasan nyawa santri Ponpes Al-Khoziny.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....