BNPB: Sembilan Jenazah Korban Belum Teridentifikasi

  • 04 Okt 2025 11:30 WIB
  •  Surabaya

KBRN, Surabaya: Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mengungkapkan bahwa sembilan korban jiwa tragedi runtuhnya musala Pondok Pesantren Al-Khoziny, Buduran, Sidoarjo, hingga kini belum bisa teridentifikasi.

Kepala BNPB Letjen TNI Dr. Suharyanto menjelaskan, tim DVI Polda Jawa Timur masih bekerja keras melakukan identifikasi, namun proses tersebut diperkirakan membutuhkan waktu beberapa hari.

“Dari 14 korban meninggal dunia, sembilan di antaranya belum teridentifikasi. Proses ini tidak bisa instan, karena rata-rata korban masih anak-anak sehingga tidak memiliki KTP atau tanda pengenal resmi,” ujar Suharyanto saat memberikan keterangan pers di Sidoarjo, Sabtu (4/10/2025).

Menurutnya, hambatan lain juga muncul karena kondisi jenazah sudah mulai mengalami kerusakan, sementara ciri fisik yang biasanya bisa dijadikan pembeda sulit ditemukan.

“Sidik jari banyak yang rusak, pakaian hampir seragam, dan tanda fisik khusus jarang diketahui pihak keluarga. Karena itu, Tim DVI Polda Jatim saat ini mengandalkan pencocokan DNA untuk memastikan identitas korban,” tambahnya.

Suharyanto menegaskan, negara hadir penuh untuk memastikan setiap korban dapat dikenali agar hak-hak keluarga tidak terabaikan.

“Kami berkomitmen, tidak ada satu pun korban yang akan dikebumikan sebelum identitasnya benar-benar terkonfirmasi. Proses ini memang memakan waktu, tetapi harus presisi demi kepastian keluarga,” tegasnya.

Hingga Sabtu pagi, total korban meninggal dunia akibat ambruknya musala Ponpes Al-Khoziny mencapai 14 orang. Sementara tim SAR gabungan terus berupaya menuntaskan evakuasi puing bangunan agar pencarian dapat sepenuhnya dituntaskan.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....