Doa dalam Reruntuhan Selamatkan Haical

  • 02 Okt 2025 16:57 WIB
  •  Surabaya

KBRN, Sidoarjo : Derai air mata pecah ketika Syehlendra Haical (13), santri Pondok Pesantren Al Khoziny Buduran, berhasil keluar hidup-hidup dari reruntuhan beton setelah tiga hari terjebak tanpa makan dan minum.

Yang membuat kisah ini kian mengguncang perasaan, Haical mengaku selama berada di bawah timbunan, dirinya seperti tidak pernah meninggalkan salat lima waktu. Bahkan, ia merasa selalu ada suara yang membangunkan ketika masuk waktu salat.

“Haical bilang, setiap waktu salat tiba, terdengar suara seperti yang membangunkan santri-santri di dalam reruntuhan. Semuanya terasa bangun, lalu bergegas salat, dari Subuh hingga Isya,” tutur A, salah satu wali santri, dengan suara terbata-bata menahan tangis, Kamis (2/10/2025).

Kisah Haical membuat banyak orang tak kuasa menahan haru. “Ya Allah, saya menangis mendengarnya. Dalam keadaan terjepit beton, Haical tetap merasa salat, seakan Allah selalu menjaganya,” imbuhnya.

Haical akhirnya berhasil dievakuasi tim SAR gabungan pada Rabu (1/10/2025) sekitar pukul 15.10 WIB. Selamatnya bocah itu dianggap sebagai “keajaiban kecil” di tengah tragedi besar yang merenggut banyak korban.

“Selamatnya Haical adalah bukti harapan tidak pernah padam. Doa selalu menjadi kekuatan, bahkan dalam kondisi paling gelap sekalipun,” ungkap salah satu anggota SAR Agus Pratama.

Kisahnya pun viral di media sosial. Ribuan netizen menyebut Haical sebagai simbol keteguhan iman dan cahaya harapan bagi keluarga korban yang masih menunggu kabar. Namun di tengah duka yang dalam, cerita Haical telah menyalakan kembali asa bahwa mukjizat masih ada.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....