BNPB Berharap Jumlah Korban Jiwa Al-Khoziny Minim

  • 02 Okt 2025 13:37 WIB
  •  Surabaya

KBRN, Sidoarjo: Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Letjen TNI Dr. Suharyanto meminta para orang tua dan wali santri Pondok Pesantren Al Khoziny, Buduran, Sidoarjo, untuk bersabar menghadapi kenyataan pahit dalam proses evakuasi korban ambruknya musala.

Menurut Suharyanto, tim SAR gabungan sudah berupaya maksimal melakukan pencarian manual. Namun, hingga memasuki hari keempat, kondisi reruntuhan tidak memungkinkan untuk terus mengandalkan metode tersebut.

“Kami sangat memahami perasaan orang tua dan wali santri. Namun BNPB berkewajiban menyampaikan kenyataan, betapa pun pahitnya, bahwa evakuasi harus menggunakan alat berat. Manual tidak mungkin lagi,” tegas Suharyanto di posko penanganan darurat, Kamis (2/10/2025).

Ia menambahkan, penggunaan alat berat merupakan langkah sulit namun diperlukan untuk mempercepat evakuasi puluhan korban yang diduga masih tertimbun.

“Kita tidak ingin jumlah korban mencapai 59 jiwa sebagaimana data yang ada, sementara mereka belum bisa terkonfirmasi keberadaannya. Itu sebabnya rapat koordinasi memutuskan penggunaan alat berat,” jelasnya.

Suharyanto menegaskan, pemerintah pusat hadir penuh dalam penanganan darurat ini. Semua pihak mulai dari BNPB, TNI, Polri, pemerintah provinsi hingga kabupaten bekerja sama untuk memastikan evakuasi berjalan cepat, aman, dan transparan bagi keluarga korban.

“Negara hadir untuk membantu. Kami akan terus mengawal sampai proses ini tuntas, baik pencarian korban maupun tahap rehabilitasi dan rekonstruksi nanti,” pungkas Suharyanto.

Hingga Kamis sore, tim SAR gabungan masih melakukan persiapan teknis penggunaan alat berat. Sementara itu, puluhan wali santri terus bertahan di posko gabungan, menunggu kabar terbaru terkait anak-anak mereka yang masih berada di bawah reruntuhan bangunan.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....