Dua Santri Ponpes Al Khoziny Jalani Amputasi

  • 02 Okt 2025 11:26 WIB
  •  Surabaya

KBRN, Sidoarjo: Dua dari 13 santri korban ambruknya musala Pondok Pesantren Al Khoziny, Buduran, Sidoarjo, yang masih menjalani perawatan, terpaksa harus diamputasi akibat luka serius yang dialami. Kondisi keduanya kini stabil setelah mendapat tindakan medis di RSUD Sidoarjo.

Direktur RSUD Sidoarjo, dr Antok Irawan, menyebutkan hingga Kamis (2/10/2025), tercatat total 13 santri masih dirawat intensif, termasuk dua korban yang harus diamputasi.

“Yang kami rawat kemarin ada 8, sore bertambah 5, jadi total ada 13 santri yang saat ini masih dirawat. Alhamdulillah kondisi mereka stabil, meski ada yang harus menjalani operasi besar,” jelas Antok, Kamis (2/10/2025).

Salah satu pasien yang mendapat perhatian adalah Abdul Rozi (13). Setelah sehari sebelumnya menjalani amputasi lengan kiri, ia kembali harus menjalani amputasi pada bagian kaki.

“Untuk Abdul Rozi, tulangnya normal, tidak ada retakan. Tapi pembuluh darah terjepit, aliran nutrisi tidak bagus, dan sudah mengalami nekrosis (jaringan membusuk). Jadi tindakan amputasi memang harus dilakukan,” terang Antok.

Selain Abdul Rozi, seorang santri lain juga menjalani amputasi. Sementara itu, korban lain yang masih dirawat antara lain Syailendra Haikal, yang sempat tertimbun reruntuhan selama dua hari namun berhasil selamat. Meski tubuhnya lemah, Haikal masih bisa berkomunikasi dengan lancar.

“Haikal ini luar biasa, sempat dievakuasi cukup lama tapi komunikasinya lancar, bahkan dia sempat ngobrol banyak dengan kami,” kata Antok.

Daftar korban lain yang masih dirawat antara lain Wahyudi (15), yang baru selesai menjalani operasi; Al Fatih, putra ustaz Abdul Hanan dari Bangkalan, dengan luka ringan; serta Taufan Saputra Dewa (17) yang mengalami lebam di kaki.

Meski menghadapi luka serius, menurut Antok, para santri menunjukkan mental yang kuat. Tim psikologi rumah sakit juga mendampingi proses pemulihan.

“Saya lihat mental anak-anak ini luar biasa. Mereka tetap semangat, bahkan santri yang sudah diamputasi bisa makan dengan baik, sehari empat kali. Artinya pemulihan berjalan bagus,” katanya.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....