Tiga Santri Selamat Dievakuasi dari Reruntuhan Ponpes

  • 30 Sep 2025 21:36 WIB
  •  Surabaya

KBRN, Sidoarjo : Upaya penyelamatan korban reruntuhan bangunan Musala Pondok Pesantren (Ponpes) Al-Khoziny, Buduran, Sidoarjo, kembali menunjukkan hasil positif. Tim SAR gabungan berhasil mengevakuasi tiga korban dalam kondisi selamat, Selasa (30/9/2025).

Dengan tambahan ini, total korban yang berhasil dievakuasi tim SAR mencapai 11 orang. Namun, dua di antaranya yang sempat menjalani perawatan medis, akhirnya meninggal dunia. Hingga saat ini, jumlah korban meninggal dunia tercatat tiga orang.

“Meski menghadapi kondisi reruntuhan bangunan yang tidak stabil dan banyaknya material, tim SAR tetap mengutamakan keselamatan dalam setiap evakuasi,” ujar Nanang Sigit P.H., selaku SAR Mission Coordinator (SMC).

Korban kesembilan ditemukan di sektor A1 sekitar pukul 03.18 WIB, lalu dievakuasi ke RS Delta Surya. Disusul korban kesepuluh pada pukul 04.55 WIB dan korban kesebelas pukul 06.05 WIB dari lokasi yang sama. Keduanya dirujuk ke RSUD Notopuro, Kabupaten Sidoarjo.

Data sementara menunjukkan, total terdapat 100 santri menjadi korban dalam peristiwa ini. Sebanyak 88 santri berhasil menyelamatkan diri secara mandiri, 11 orang dievakuasi tim SAR, serta tiga orang meninggal dunia.

Nanang menambahkan, kendala utama dalam proses evakuasi adalah struktur bangunan yang rapuh dan tumpukan material beton yang menyulitkan akses tim.

“Meski begitu, operasi penyelamatan tetap dilanjutkan dengan dukungan penuh dari berbagai unsur SAR,” tegasnya.

Operasi hari kedua ini melibatkan ratusan personel dari Basarnas, TNI, Polri, BPBD di sejumlah kabupaten/kota Jawa Timur, PMI, Damkar, hingga organisasi relawan. Kantor SAR Surabaya juga mendapat bantuan personel dan peralatan dari Basarnas Special Group (BSG), Kantor SAR Semarang, dan Kantor SAR Yogyakarta.

Peralatan ekstrikasi, SCBA (Self-Contained Breathing Apparatus), serta perlengkapan medis dan pendukung lain turut dikerahkan. Hingga Selasa siang, tim SAR masih berupaya membuka akses ke titik-titik yang diperkirakan terdapat korban lain.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....