Ratusan Korban Jalani Perawatan, Polda Buka Posko DVI

  • 29 Sep 2025 21:08 WIB
  •  Surabaya

KBRN, Sidoarjo : Jumlah korban akibat ambruknya gedung bertingkat Pondok Pesantren (Ponpes) Al Khoziny Buduran, Sidoarjo, terus bertambah. Diperkirakan ada sekitar 170 santri menjadi korban, dengan 70 santri lainnya masih tertimbun reruntuhan bangunan hingga Senin malam (29/9/2025).

Kepala Basarnas Surabaya, Nanang Sigit, mengatakan proses evakuasi masih berlangsung dengan penuh kehati-hatian. “Masih ada sekitar 70 orang yang tertimbun reruntuhan. Tim SAR terus berupaya melakukan pencarian dengan alat berat yang minim getaran karena kondisi bangunan masih rawan,” ujarnya di lokasi kejadian.

Mayoritas korban yang berhasil dievakuasi dilarikan ke Rumah Sakit Islam Siti Hajar Sidoarjo, sebagian ke RSUD Sidoarjo, dan sebagian lagi ke RS Delta Surya. Para korban terdiri dari santri yang mengalami luka ringan hingga luka berat.

“Puluhan santri sudah dievakuasi ke rumah sakit terdekat. Saat ini tim medis fokus memberikan penanganan darurat bagi para korban,” jelas Nanang.

Untuk mengantisipasi kemungkinan jumlah korban jiwa yang bertambah, Biddokkes Polda Jawa Timur mendirikan Posko Disaster Victim Identification (DVI) di dekat lokasi kejadian. Posko ini disiapkan untuk mengidentifikasi korban yang meninggal dunia.

Hingga malam ini, tim gabungan dari Basarnas, BPBD, TNI, Polri, dan relawan masih terus melakukan evakuasi. Situasi di lokasi kejadian penuh keharuan, terlebih karena tim penyelamat masih mendengar suara tangisan santri dari balik reruntuhan.

“Kami mohon doa seluruh masyarakat agar korban yang masih tertimbun bisa segera ditemukan dalam keadaan selamat,” pungkas Nanang Sigit.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....