Kelompok Petani dan Nelayan Diminta Gabung KDMP

  • 28 Jul 2025 12:58 WIB
  •  Surabaya

KBRN, Sidoarjo: Staf Khusus Menteri Koperasi dan UKM Bidang Pembiayaan dan Perizinan Usaha Koperasi, Adi Sulistyowati, mendorong kelompok usaha pertanian dan nelayan di berbagai daerah untuk segera bergabung ke dalam Koperasi Desa Merah Putih (KDMP). Menurutnya, KDMP menjadi salah satu solusi konkret untuk meningkatkan kesejahteraan petani dan nelayan melalui ekosistem usaha berbasis gotong royong.

“Melalui KDMP, kita ingin menciptakan koperasi modern yang dikelola profesional, berbasis digital, dan punya akses pembiayaan yang kuat, terutama untuk kelompok petani dan nelayan yang selama ini kurang tersentuh layanan keuangan formal,” ujar Adi Sulistyowati dalam forum koordinasi koperasi daerah, Senin (28/7/2025).

Adi menambahkan, koperasi jenis ini memiliki kekuatan dalam menghimpun modal bersama, membangun jaringan distribusi, hingga menyerap hasil produksi warga desa secara adil.

"Jika petani dan nelayan masuk ke KDMP, mereka tidak hanya punya akses pembiayaan, tapi juga kepastian pasar dan pelatihan manajemen usaha,” tegasnya.

Menurut data Kementerian Koperasi dan UKM, hingga pertengahan 2025, sudah terbentuk lebih dari 1.200 KDMP di berbagai daerah dengan anggota aktif mencapai 170 ribu pelaku usaha. Namun, sektor pertanian dan kelautan masih menjadi sektor dengan partisipasi paling rendah.

“Kami berharap kepala desa dan dinas terkait ikut aktif mensosialisasikan manfaat KDMP. Ini bukan koperasi biasa, ini koperasi berbasis data, transparansi, dan sistem digital. Justru ini saatnya petani dan nelayan bangkit lewat wadah koperasi,” kata Adi.

Ia juga menyebutkan bahwa pihaknya tengah berkoordinasi dengan BUMDes, dinas pertanian, dan dinas perikanan untuk mempercepat proses integrasi kelompok usaha ke dalam KDMP, termasuk dengan memberikan pelatihan dan bantuan teknis.

Langkah ini juga sejalan dengan agenda pemerintah dalam memperkuat ketahanan pangan nasional dan mengurangi ketergantungan terhadap tengkulak serta distribusi hasil panen yang merugikan petani.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....