Pemerintah Tegaskan Komitmen Lindungi Pengemudi Ojol

  • 19 Mei 2025 12:28 WIB
  •  Surabaya

KBRN, Jakarta: Wakil Menteri Ketenagakerjaan (Wamenaker) Immanuel Ebenezer Gerungan menegaskan bahwa Kementerian Ketenagakerjaan terus konsisten memperjuangkan perlindungan bagi mitra pengemudi ojek daring/online (ojol) yang akan menggelar demonstrasi pada Selasa (20/5).

“Perjuangan mereka, secara substansi, kami mendukung. Soal perlindungannya, ya, kita akan perjuangkan itu, kata Wamenaker Noel, dikutip dari Antara, Senin (19/5/2025).

Sebelumnya, sekitar 500 ribu pengemudi ojol menyatakan akan mematikan aplikasi dan menggelar unjuk rasa besar-besaran secara serentak sebagai bentuk protes terhadap perusahaan penyedia jasa dan layanan transportasi berbasis aplikasi (aplikator) yang mereka tuding melanggar regulasi.

Asosiasi Pengemudi Ojol Garda Indonesia pada Kamis (15/5) menyampaikan harapan agar pemerintah segera menanggapi kekecewaan para pengemudi yang merasa kurang mendapat perhatian atas dugaan pelanggaran regulasi oleh sejumlah aplikator.

Asosiasi tersebut juga menegaskan akan mengambil langkah tegas terhadap aplikator yang mereka nilai melanggar aturan. Mereka menilai para pengemudi online telah menunjukkan kesabaran sejak 2022, namun belum mendapatkan perhatian yang layak.

Menanggapi hal itu, Wamenaker Noel memastikan bahwa pemerintah terus hadir untuk menyerap aspirasi dan memberikan dukungan kepada para mitra pengemudi.

“Sikap kita jelas dari awal, kita akan memperjuangkan nasib mereka. Salah satu yang sudah kita lakukan adalah (aturan soal pemberian) Bonus Hari Raya (BHR). Yang jelas, negara pasti hadir,” ujar Noel.

Sementara itu, aksi unjuk rasa mitra pengemudi ojol yang bertepatan dengan peringatan Hari Kebangkitan Nasional itu akan dipusatkan di Istana Merdeka, Kementerian Perhubungan, dan gedung DPR RI. Aksi tersebut diperkirakan dapat menyebabkan kemacetan parah di sejumlah ruas jalan ibu kota.

Selain unjuk rasa, asosiasi dan komunitas pengemudi juga merencanakan aksi offbid massal atau mematikan aplikasi sebagai bentuk protes terhadap kebijakan yang mereka anggap belum berpihak kepada pengemudi.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....