Dosen UNAIR: Kritik AS Terhadap QRIS Tekan Kedaulatan Ekonomi
- 09 Mei 2025 14:15 WIB
- Surabaya
KBRN, Surabaya: Dosen Hubungan Internasional Universitas Airlangga, Probo Darono, menanggapi kritik Amerika Serikat terhadap QRIS. Ia melihat kritik tersebut sebagai bentuk tekanan pada kedaulatan ekonomi Indonesia.
Probo Darono Yakti menegaskan bahwa pengembangan QRIS adalah langkah penting bagi Indonesia. QRIS berfungsi sebagai simbol kemandirian dalam sistem pembayaran digital yang tidak tergantung pada negara asing.
Menurutnya, dominasi sistem pembayaran global oleh negara-negara Barat harus dihadapi. QRIS memungkinkan Indonesia untuk memperkuat sistem pembayaran nasional yang lebih mandiri dan berdaulat.
"Bank Indonesia bertanggung jawab penuh atas pengelolaan QRIS," kata Probo pada Kamis (8/5/2025).
Ia menilai hal ini menunjukkan upaya serius Indonesia untuk meraih kedaulatan finansial. Ia mengkritik pendekatan AS yang berusaha mempertahankan dominasi sistem pembayaran. "Pola zero sum game yang diterapkan AS menyulitkan negara-negara seperti Indonesia untuk bersaing secara adil," imbuhnya.
Probo juga menyayangkan sikap AS yang menyebut Indonesia tidak fair dalam penggunaan QRIS. Padahal, AS sendiri masih mengandalkan Visa dan Mastercard dalam transaksi internasional.
Sebagai solusi, Probo menyarankan Indonesia untuk memperkuat hubungan dengan negara lain. "Diplomasi ekonomi dan pertukaran komoditas akan memperkuat posisi tawar Indonesia di pasar global," katanya mengakhiri.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....