DPR RI Dorong Digitalisasi Promosi Sektor Pariwisata
- 25 Apr 2025 20:07 WIB
- Surabaya
KBRN, Sidoarjo: Anggota Komisi VII DPR RI, Bambang Haryo Soekartono (BHS), menggelar kegiatan 'Diseminasi Strategi dan Komunikasi Pemasaran Pariwisata melalui Media Digital'. Kegiatan yang bekerja sama dengan Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf) ini dihadiri oleh ratusan peserta dari Kabupaten Sidoarjo dan Pasuruan. Forum ini bertujuan untuk meningkatkan kualitas pemasaran sektor pariwisata Indonesia dengan memanfaatkan platform digital.
BHS dalam kesempatan tersebut menekankan pentingnya digitalisasi dalam mempromosikan sektor pariwisata, mengingat semakin berkembangnya teknologi dan media sosial.
"Indonesia memiliki kekayaan budaya yang luar biasa, lebih dari 1.300 suku dan ratusan kerajaan yang memiliki warisan budaya tinggi. Semua ini merupakan aset besar yang harus dimanfaatkan dengan strategi pemasaran yang tepat," ujar BHS, Jumat (25/4/2025).
Selain itu, BHS juga menyoroti potensi wisata alam Indonesia yang sangat besar, mulai dari gunung, pantai, hingga sungai. "Kekayaan alam Indonesia harus lebih digali dan dipromosikan, baik untuk wisatawan lokal maupun mancanegara," tambahnya.
Dalam acara tersebut, BHS juga menyampaikan bahwa sektor pariwisata Indonesia memberikan kontribusi devisa yang cukup besar, yakni sekitar Rp300 triliun. Namun, ia percaya sektor ini masih memiliki potensi yang jauh lebih besar jika didukung dengan strategi promosi yang efektif, infrastruktur yang memadai, dan kualitas sumber daya manusia (SDM) yang terlatih.
“Dengan melemahnya nilai tukar rupiah, Indonesia justru menjadi lebih terjangkau bagi wisatawan asing, ini adalah peluang yang harus dimanfaatkan dengan baik,” katanya.
BHS juga menekankan pentingnya perbaikan infrastruktur transportasi publik yang lebih terintegrasi dan meningkatkan kualitas SDM di sektor pariwisata. Ia mengingatkan bahwa pemahaman masyarakat juga sangat penting, agar mereka lebih mencintai dan menjelajahi wisata domestik Indonesia. Selain itu, ia menekankan pentingnya aspek keamanan dan keselamatan bagi para wisatawan.
Dalam forum ini, Analis Kebijakan Ahli Muda Kemenparekraf, Emi Irmawati, menegaskan bahwa promosi pariwisata bukan hanya tugas pemerintah, tetapi juga menjadi tanggung jawab seluruh masyarakat. “Kita semua memiliki peran penting dalam mempromosikan daerah masing-masing, tidak hanya pemerintah saja,” ujarnya.
Emi juga mengingatkan bahwa sebelum pemasaran dimulai, kesiapan destinasi dan kualitas SDM harus dipastikan terlebih dahulu. “Destinasi wisata harus memiliki daya tarik yang cukup, dan SDM yang terlibat harus memiliki pemahaman yang baik tentang apa yang dibutuhkan oleh wisatawan,” tambahnya.
Selain itu, Emi menyoroti pentingnya sinergi antara pemerintah, masyarakat, dan sektor swasta dalam memajukan sektor pariwisata Indonesia. "Kita harus bersama-sama mendukung pembangunan sektor pariwisata untuk memastikan bahwa setiap potensi yang ada dapat dimaksimalkan,” ungkap Emi.
Acara ini juga diharapkan dapat membuka peluang lebih besar bagi pengembangan sektor pariwisata di Indonesia, serta mempersiapkan pelaku industri untuk menghadapi tantangan baru dalam era digital.
Dengan strategi pemasaran yang tepat dan pemanfaatan teknologi digital, sektor pariwisata Indonesia diharapkan dapat berkembang lebih pesat dan menarik lebih banyak wisatawan domestik maupun internasional.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....