DPR RI Dorong BPIPI Berinovasi Utamakan Market Lokal ‎

  • 14 Apr 2025 11:42 WIB
  •  Surabaya

‎‎KBRN, Sidoarjo : Komisi VII DPR RI melakukan kunjungan kerja di Balai Pengembangan Industri Persepatuan Indonesia (BPIPI). Dalam kunjungan itu mereka mendorong pihak terkait untuk terus berinovasi dan mengutamakan market lokal dalam memajukan industri alas kaki Indonesia.

‎Kunjungan kerja itu juga menghadirkan Direktorat Jenderal Industri Kecil Menengah dan Aneka (IKMA) Kementerian Perindustrian Ir. Reni Yanita dan mitra kerja Komisi VII di BPIPI, Sidoarjo, Senin (14/4/2025).

Ditjen Industri Kecil Menengah dan Aneka (IKMA) Kementerian Perindustrian Ir. Reni Yanita mengatakan dalam sambutannya, beberapa tahun terakhir, industri sepatu Indonesia telah menunjukkan pertumbuhan yang stabil dan menjadi salah satu industri yang penting dalam perekonomian negara. ‎

‎"Dengan kualitas produksi yang tinggi dan dukungan pemerintah, industri sepatu Indonesia diharapkan dapat terus berkembang dan meningkatkan ekspor produk sepatu ke berbagai negara di dunia," kata Reni.‎

‎Dia mengakui, 10 negara utama penerima ekspor alas kaki dan industri kulit di Indonesia antara lain, Amerika dan German. Potensi pasar global itu tentunya menjadi pendorong untuk industri Persepatuan terus berinovasi dalam memproduksi produk yang makin baik.‎

‎Ketua Rombongan Komisi VII DPR RI, Rahayu Saraswati Djojohadikusumo mendorong BPIPI untuk menyampaikan, apa yang menjadi masalah spesifik dalam industri persepatuan Indonesia. Mulai dari ketersediaan bahan baku produksi dan potensi market lokal untuk produk dalam negeri.

‎Dia juga menyoroti sampah plastik yang harusnya mampu diproyeksikan untuk resechyle bahan baku sepatu, seperti sol sepatu yang dilakukan oleh beberapa pelaku usaha persepatuan daur ulang seperti di Bali.‎

‎"Saya kira, pemanfaatan sampah plastik untuk daur ulang sebagai bahan baku produksi industri Persepatuan sangat mungkin dilakukan. Ada beberapa perusahaan yang memanfaatkan hal itu, sebagai sol sepatu dan sebagainya. Mungkin hal ini bisa menjadi pandangan," ungkap Rahayu Saraswati.

‎Sementara itu, anggota DPR RI fraksi PDI-Perjuangan Banyu Biru Djarot, menegaskan pentingnya memperbesar market lokal dalam mendongkrak ekonomi kerakyatan melalui industri Persepatuan. Dikatakannya, masih banyak anak-anak negeri yang tidak memiliki sepatu dalam mengenyam pendidikan.

‎"Pasar lokal harus dimaksimalkan. Kita harus akui, masih banyak anak-anak negeri di pelosok sana yang dalam mengenyam pendidikan tidak menggunakan sepatu yang pasti mereka tidak mampu untuk membeli. Saya kira, hal ini menjadi perhatian industri-industri Persepatuan daerah tak perlu memberi tarif mahal yang penting produknya merajai market lokal," kata Banyu.‎

‎Pihaknya berharap BPIPI mampu mengoptimalkan market lokal, dengan menggandeng industri lokal dengan mengutamakan pasar lokal. Dia mengatakan market lokal tidak terlalu memperdulikan merk dan apa produk yang digunakan, melainkan harga yang terjangkau.

‎Hal berbeda diungkapkan, Samuel JD Wattimena anggota komisi VII lainnya dari fraksi PDI-Perjuangan, menurutnya fashion designer belum masuk dalam kualifikasi produk alas kaki atau industri persepatuan Indonesia. Menurutnya, point penting itu harusnya menjadi salah satu pendorong dalam pemasaran produk alas kaki atau industri persepatuan.

‎"Fashion designer ini saya lihat belum masuk dalam point di BPIPI. Kami harapkan hal ini menjadi hal yang penting dalam menarik minat pasar dalam industri persepatuan," ungkapnya mengakhiri.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru

Memuat berita terbaru.....