Pencentus Ide Dibentuknya Danantara

  • 02 Mar 2025 11:45 WIB
  •  Surabaya

KBRN, Surabaya: 24 Februari 2025 lalu, Presiden Prabowo Subianto resmi meluncurkan Daya Anagata Nusantara (Danantara) sebagai Badan Pengelola Investasi pertama di Indonesia, setelah 80 tahun merdeka yang hingga masih kini ramai dibicarakan publik. Terlebih soal siapa pencetus ide pertama terbentuknya Danantara.

Dikutip dari laman resmi Kementerian Sekretariat Negara Republik Indonesia, Presiden Prabowo menyatakan, peluncuran Danantara memiliki arti yang sangat penting karena Danantara Indonesia, bukan sekadar badan pengelola investasi melainkan harus menjadi instrumen pembangunan nasional yang akan mengoptimalkan cara mengelola kekayaan Indonesia.

"Peresmian Danantara menjadi momen bersejarah sebab menjadi Badan Pengelola Investasi pertama di Indonesia setelah 80 tahun merdeka, yang nantinya tidak saja sebagai pengelola investasi semata namun juga instrumen pembangunan nasional yang akan mengoptimalkan cara mengelola kekayaan Indonesia," katanya.

Meski demikian, pencetus ide awal Danantara bukanlah Presiden Prabowo Subianto, atau para menterinya, melainkan ekonom Sumitro Djojohadikusumo, yang merupakan ayahanda Prabowo Subianto. Seperti dilansir dari berbagai sumber, disebutkan Sumitro mencetuskan gagasan badan khusus pengelola investasi pada tahun 1996.

Dalam pewartaan Suara Karya (17 Desember 1996), menyebut Sumitro ingin pemerintah segera membentuk sebuah lembaga khusus yang berfungsi menampung dan memanfaatkan dana hasil penyisihan laba BUMN. Hal ini dimaksudkan agar tidak terjadi swastanisasi atau dikuasai BUMN sepenuhnya yang akan membuat kalangan konglomerat semakin kuat mengendalikan ekonomi Indonesia.

Menurut Sumitro, nantinya dana yang dikumpulkan lembaga tersebut akan menjadi investasi bagi pembinaan gerakan koperasi dan usaha kecil. Namun, sebagai pengumpul keuntungan BUMN, badan tersebut harus dikelola secara mandiri dan tetap mengikuti aturan lembaga keuangan dan moneter pemerintah.

Sumitro juga menyebut, badan tersebut harus diawasi oleh suatu dewan yang terdiri dari unsur keuangan dana moneter, koperasi dan produksi. Setelah puluhan tahun menunggu akhirnya, pemikiran besar Sumitro Djojohadikusumo terwujud.

Prabowo Subianto, yang merupakan anak ketiganya, telah meresmikan Badan Pengelola Investasi (BPI) Daya Anagata Nusantara (Danantara) pada 24 Februari 2025 lalu. Danantara akan menjadi dana kekayaan negara atau sovereign wealth fund (SWF) Indonesia, yang bertugas mengelola aset negara, khususnya dari BUMN, untuk investasi jangka panjang. Model ini mirip dengan strategi investasi yang diterapkan oleh Temasek Holdings di Singapura dan Khazanah Nasional Berhad di Malaysia.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....