Mengenal Aronia atau Chokeberry, Buah Ungu Kaya Antioksidan
- 04 Okt 2026 21:53 WIB
- Surabaya
RRI.CO.ID, Jakarta – Pernah mendengar buah bernama Aronia atau chokeberry? Buah berukuran kecil dengan warna biru tua hingga hitam ini mulai mendapat perhatian sebagai salah satu sumber senyawa antioksidan dari kelompok buah beri. Aronia, khususnya spesies Aronia melanocarpa atau black chokeberry, merupakan tanaman yang berasal dari Amerika Utara bagian timur dan termasuk dalam keluarga Rosaceae. Dilansir dari University of Maine Cooperative Extension, tanaman ini dikenal tahan terhadap cuaca dingin dan kini juga dikembangkan sebagai tanaman pangan serta bahan produk nutraseutikal.
Secara penampilan, buah aronia memang menyerupai beberapa jenis beri lainnya, tetapi rasanya cukup berbeda. Buah ini memiliki sensasi sepat dan membuat mulut terasa kering setelah dikonsumsi, sehingga aronia umumnya tidak dimakan langsung dalam jumlah banyak. Dilansir dari Healthline, buah tersebut lebih sering diolah menjadi jus, selai, jeli, sirup, teh, produk panggang, maupun dikeringkan dan dijadikan bubuk.
Salah satu alasan aronia menarik perhatian adalah kandungan polifenol, terutama antosianin, yaitu pigmen tumbuhan yang memberikan warna merah, ungu, hingga biru gelap pada berbagai buah dan sayuran. Dilansir dari Cleveland Clinic, aronia termasuk salah satu buah beri yang kaya akan antosianin. Senyawa tersebut merupakan bagian dari kelompok flavonoid dan memiliki aktivitas antioksidan yang membantu melawan molekul tidak stabil atau radikal bebas di dalam tubuh.
Selain antosianin, aronia juga mengandung sejumlah zat gizi seperti serat, vitamin C, mangan, vitamin K, folat, serta beberapa vitamin dan mineral lainnya. Penelitian yang dimuat dalam jurnal Foods pada 2026 juga menggambarkan Aronia melanocarpa sebagai sumber kaya polifenol, termasuk berbagai jenis antosianin, dengan potensi aktivitas antioksidan dan antiinflamasi yang masih terus diteliti.
Sejumlah penelitian pada manusia juga mulai mengamati kemungkinan manfaat aronia terhadap kesehatan metabolik dan kardiovaskular. Salah satu penelitian terbaru yang tercatat di PubMed menguji konsumsi jus chokeberry pada perempuan dengan pradiabetes dan menemukan adanya perbaikan pada sejumlah parameter gula darah serta indikator stres oksidatif setelah 12 minggu. Namun, penelitian tersebut memiliki jumlah peserta yang relatif kecil dan tidak menggunakan kontrol plasebo, sehingga hasilnya belum cukup untuk menyimpulkan bahwa aronia dapat digunakan sebagai terapi medis.
Hal tersebut penting diperhatikan karena bukti ilmiah mengenai manfaat kesehatan aronia masih berkembang dan hasil penelitian tidak selalu menunjukkan efek yang sama. Bahkan, sebuah systematic review dan meta-analisis yang terindeks di PubMed menemukan bahwa konsumsi Aronia melanocarpa tidak memberikan perubahan signifikan terhadap berat badan, indeks massa tubuh, lingkar pinggang, maupun gula darah puasa. Artinya, aronia sebaiknya dipandang sebagai bagian dari pola makan sehat, bukan sebagai obat atau solusi tunggal untuk penyakit tertentu.
Dengan warna yang khas, kandungan polifenol yang tinggi, serta rasa sepat yang unik, aronia menjadi salah satu buah yang menarik untuk dikenali. Buah ini dapat dikonsumsi dalam berbagai bentuk olahan, seperti jus atau campuran makanan, sambil tetap memperhatikan jumlah gula tambahan pada produk olahannya. Pada akhirnya, manfaat terbaik aronia kemungkinan datang bukan dari menganggapnya sebagai “buah ajaib”, melainkan menjadikannya salah satu pilihan dalam pola makan yang beragam dan seimbang.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....