Milk Tea dan Roasted Tea Kembali Tren, Perhatikan Batas Konsumsinya
- 29 Sep 2026 15:42 WIB
- Surabaya
RRI.CO.ID, Surabaya - Setelah beberapa tahun minuman berbasis kopi mendominasi pilihan minuman kekinian, olahan teh kini kembali mencuri perhatian. Milk tea hingga roasted tea milk semakin mudah ditemukan, tidak hanya di kedai minuman, tetapi juga melalui usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) hingga racikan rumahan.
Kemunculan kembali milk tea tidak lepas dari semakin beragamnya cara menikmati teh. Jika sebelumnya teh lebih banyak dikenal sebagai minuman yang disajikan sederhana, kini teh diolah dengan susu, dipadukan dengan berbagai bahan, hingga melalui proses pemanggangan untuk menghasilkan karakter rasa yang berbeda.
Salah satu yang belakangan menarik perhatian adalah roasted oolong milk tea. Dalam artikel “Roasted Oolong Milk Tea Kembali Populer” yang dimuat RRI.CO.ID pada Agustus 2026, dijelaskan bahwa proses pemanggangan membuat aroma oolong menjadi lebih kuat dengan nuansa rasa kacang hingga karamel.
Karakter teh yang lebih kuat tersebut membuat roasted oolong tetap terasa ketika dipadukan dengan susu. Perpaduan aroma panggang dan tekstur susu memberikan pilihan rasa baru bagi penikmat minuman kekinian yang mulai mencari alternatif selain kopi.
Perkembangannya juga terlihat dari semakin banyaknya pilihan minuman berbasis teh yang ditawarkan kedai. Berbagai kedai minuman enghadirkan sejumlah pilihan teh yang dapat dipadukan dengan susu, menunjukkan bahwa olahan teh kini dikembangkan dengan pendekatan yang tidak jauh berbeda dari minuman kopi kekinian.
Tren tersebut kemudian semakin mudah ditiru karena cara membuatnya relatif sederhana. Berbagai resep milk tea dan roasted tea milk versi ekonomis juga banyak dibagikan melalui TikTok, sehingga minuman yang awalnya ditemukan di kedai dapat dibuat di rumah atau dikembangkan menjadi produk jualan oleh pelaku UMKM.
Namun, tren minuman manis tetap perlu diikuti dengan perhatian terhadap kandungannya. Dalam laman resmi Fakultas Ilmu Keperawatan Universitas Indonesia pada September 2026, Dr. Widyatuti mengingatkan bahwa artisan milk tea dapat mengandung gula, krimer olahan, dan bahan pemanis tambahan dalam jumlah tinggi jika dikonsumsi secara berlebihan.
FIK UI dalam artikel tersebut juga mengutip rekomendasi Kementerian Kesehatan bahwa konsumsi gula maksimal sebanyak 50 gram atau sekitar empat sendok makan per orang per hari. Sementara itu, satu porsi milk tea berukuran 500 mililiter yang dicantumkan Kementerian Kesehatan dapat mengandung sekitar 39,5 gram gula, sehingga satu gelas saja sudah mendekati batas konsumsi gula harian.
Karena itu, menikmati milk tea atau roasted tea milk tetap dapat dilakukan dengan memperhatikan frekuensi dan tingkat kemanisannya. FIK UI menyarankan pilihan less sugar atau no sugar, membatasi topping tinggi kalori, serta menjadikan minuman tersebut sebagai sajian sesekali dan bukan pengganti air putih.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....