Ikan Uceng, Ikan Endemik Air Tawar Khas Jawa

  • 16 Sep 2026 11:51 WIB
  •  Surabaya

RRI.CO.ID, Surabaya - Ikan uceng (Nemacheilus fasciatus) merupakan ikan air tawar berukuran kecil yang hidup di sungai. Ikan ini dapat ditemukan di sejumlah perairan di Pulau Jawa dan Sumatera, terutama pada sungai-sungai kecil di Pulau Jawa.

Secara fisik, ikan uceng memiliki tubuh kecil, memanjang, ramping, dan sedikit pipih. Warnanya cokelat kekuningan dengan garis-garis gelap di sepanjang tubuh. Panjangnya umumnya sekitar 5–10 cm dan memiliki pola belang pada bagian samping serta sungut di sekitar mulut.

Sirip ikan uceng cenderung transparan dan terdapat beberapa sungut pendek di bagian kepala yang digunakan untuk meraba makanan di dasar air. Ikan ini bersifat nokturnal, sehingga lebih aktif pada malam hari. Pada siang hari, ikan uceng biasanya bersembunyi di bawah batu atau substrat sungai dan keluar mencari makanan pada malam hari.

Di Jawa, ikan uceng telah diteliti dari beberapa populasi, antara lain Temanggung, dan Blitar. Hasil penelitian menunjukkan adanya perbedaan karakter genetik dan fenotipe di antara populasi-populasi tersebut.

Ikan uceng umumnya hidup berkelompok di sungai yang bersih dan jernih, memiliki arus cukup deras, serta dasar berupa batu, kerikil, atau pasir. Habitat tersebut digunakan untuk berlindung dan mencari makanan. Ikan ini juga mampu berenang melawan arus meskipun tubuhnya berukuran kecil.

Penelitian di Sungai Jari, Blitar, menunjukkan bahwa ikan uceng ditemukan pada habitat dengan kedalaman sekitar 14–39 cm. Makanan yang disukainya antara lain larva serangga, lumut, dan beberapa jenis alga. Di Jawa Timur, ikan uceng ditemukan di Blitar, Kediri, Pasuruan, Mojokerto, dan Lumajang, termasuk di Sungai Lekso, Blitar.

Blitar menjadi salah satu daerah yang cukup dikenal dalam penelitian ikan uceng. Selain memiliki nilai keanekaragaman hayati, ikan ini juga dimanfaatkan sebagai ikan konsumsi.

Penelitian Balai Riset Akuakultur menyebutkan bahwa ikan uceng memiliki potensi ekonomi dan telah diperdagangkan sebagai ikan konsumsi maupun ikan hias.

Ikan uceng juga memiliki beberapa manfaat, antara lain sebagai sumber protein hewani. Keberadaannya turut berperan dalam ekosistem perairan tawar, seperti membantu mengendalikan populasi organisme kecil serta beraktivitas di dasar perairan. Selain itu, bentuknya yang unik membuat ikan uceng dapat dipelihara sebagai ikan hias dalam akuarium dengan substrat berbatu dan arus air yang cukup deras.

Di sejumlah daerah, ikan uceng diolah menjadi berbagai makanan dan camilan. Blitar merupakan salah satu daerah yang dikenal dengan olahan ikan uceng, seperti peyek uceng yang renyah dan gurih serta uceng goreng dengan berbagai varian rasa.

Ketersediaan ikan uceng masih banyak bergantung pada hasil tangkapan dari alam. Karena itu, penelitian mengenai budidaya ikan uceng terus dilakukan untuk mengetahui kemampuannya beradaptasi dan tumbuh di lingkungan budidaya. Pengembangan budidaya dinilai penting untuk mengurangi ketergantungan terhadap penangkapan dari sungai, tetapi pemeliharaannya perlu disesuaikan dengan habitat alaminya yang membutuhkan air mengalir dan kaya oksigen.

Kelestarian ikan uceng sangat berkaitan dengan kondisi sungai sebagai habitatnya. Air yang bersih, kandungan oksigen yang baik, serta dasar sungai berupa batu dan kerikil merupakan lingkungan yang disukai ikan ini. Oleh karena itu, menjaga kualitas sungai dan mengembangkan teknik budidaya yang tepat menjadi langkah penting agar ikan uceng tetap dapat dimanfaatkan sebagai kekayaan ikan air tawar lokal sekaligus komoditas yang berkelanjutan.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....