Legit! Es Puter Durian Jadi Primadona Kuliner Tradisional, Ini Kata Ahli Kesehatan

  • 15 Sep 2026 14:57 WIB
  •  Surabaya

RRI.CO.ID, Surabaya — Di tengah gempuran aneka pencuci mulut modern dan es krim kekinian, es puter rasa durian tetap kokoh memikat hati para pencinta kuliner Nusantara. Kudapan dingin berbasis santan ini menawarkan rasa manis gurih yang khas, dipadukan dengan aroma durian yang tajam dan menggugah selera.

Es puter, yang kerap disebut es puter atau es dung-dung, memiliki sejarah panjang dalam tradisi kuliner Indonesia. Kehadirannya yang dulunya memanfaatkan santan kelapa sebagai pengganti susu sapi kini justru menjadi keunikan tersendiri yang sulit digantikan oleh es krim olahan pabrikan.

Varian rasa durian menjadi salah satu yang paling populer di kalangan masyarakat. Tekstur daging buah durian yang lembut dan kaya rasa membaur sempurna dengan adonan es puter, menciptakan sensasi lumer di mulut saat disantap pada cuaca panas.

Popularitas es puter rasa durian tak hanya bertahan di gerobak-gerobak pinggir jalan, tetapi juga mulai merambah kafe modern dan acara hajatan resmi. Banyak pembuat es puter tradisional yang terus mempertahankan resep warisan demi menjaga keaslian rasa daging durian asli.

Meski lezat dan menyegarkan, masyarakat diimbau untuk tetap bijak dalam mengonsumsinya. Kombinasi santan kelapa yang kaya lemak nabati serta buah durian yang tinggi kalori dan gula memerlukan perhatian khusus dari sisi kesehatan.

Melalui portal resmi Kementerian Kesehatan (Kemenkes RI), para ahli kesehatan mengingatkan bahwa durian mengandung kalori dan karbohidrat yang lumayan tinggi. Jika dikonsumsi berlebihan bersama adonan santan dan gula tambahan, hal ini dapat memicu peningkatan kadar gula darah serta berat badan secara cepat.

Oleh karena itu, Kemenkes menyarankan agar masyarakat menikmati es puter durian dalam porsi yang wajar serta tidak menjadikannya sebagai konsumsi harian. Bagi penderita diabetes, hipertensi, atau gangguan kolesterol, batasan porsi menjadi hal penting agar tetap bisa menikmati kelezatan kuliner tradisional ini tanpa mengorbankan kesehatan.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....