Dari Hamburg Steak, Lahirnya Burger Mendunia
- 07 Sep 2026 09:15 WIB
- Surabaya
RRI.CO.ID Surabaya - Bicara soal makanan cepat saji, burger menjadi salah satu hidangan yang hampir tidak pernah kehilangan penggemar. Roti lembut yang mengapit daging, ditambah sayuran, saus, dan berbagai topping, membuat burger mudah ditemukan di berbagai negara. Namun, di balik tampilannya yang sederhana, makanan ini ternyata memiliki perjalanan sejarah yang cukup panjang.
Menurut artikel Smithsonian Magazine berjudul “The Hamburger: A Quintessential American Meal” karya Jesse Rhodes, sejarah hamburger tidak memiliki satu cerita asal-usul yang benar-benar pasti. Seperti banyak makanan populer lainnya, kemunculan burger dipenuhi berbagai versi dan klaim mengenai siapa yang pertama kali menciptakannya.
Salah satu makanan yang dianggap menjadi pendahulu hamburger adalah Hamburg steak. Hidangan tersebut berupa daging yang telah dicincang atau digiling dan kemudian dibentuk menyerupai steak. Meskipun namanya berkaitan dengan Hamburg, Jerman, Smithsonian mencatat bahwa jejak awal makanan yang mirip hamburger justru ditemukan dalam sejumlah buku masak berbahasa Inggris.
Dalam perkembangannya, daging sapi giling kemudian mulai dipadukan dengan roti. Kombinasi inilah yang akhirnya mendekati bentuk hamburger modern seperti yang dikenal saat ini. Namun, siapa orang pertama yang memiliki gagasan untuk menempatkan daging tersebut di antara roti masih menjadi perdebatan.
Memasuki awal abad ke-20, burger mulai mendapatkan tempat yang lebih kuat dalam budaya makanan Amerika Serikat. Salah satu tokoh penting dalam perkembangan burger modern adalah Walter Anderson, seorang juru masak yang memulai usaha hamburger pada 1916. Anderson disebut memiliki peran penting dalam memperkenalkan penggunaan roti khusus yang dirancang untuk menyajikan hamburger.
Perjalanan burger semakin berkembang ketika Anderson bekerja sama dengan Billy Ingram. Keduanya kemudian mendirikan White Castle, restoran yang disebut sebagai jaringan restoran pertama yang memproduksi dan menjual burger secara massal kepada masyarakat.
White Castle tidak hanya menjual burger, tetapi juga membangun citra baru terhadap makanan tersebut. Pada masa itu, masyarakat Amerika semakin memperhatikan kebersihan dan keamanan makanan. Karena itu, konsep restoran yang bersih dan tertata membantu mengubah pandangan masyarakat terhadap hamburger.
Burger yang sebelumnya identik dengan makanan murah bagi kalangan pekerja perlahan berubah menjadi makanan yang bisa dinikmati oleh berbagai lapisan masyarakat. Restoran-restoran hamburger lainnya kemudian bermunculan dan ikut memperluas popularitasnya. Pada dekade 1940-an, hamburger telah menjadi salah satu makanan yang sangat identik dengan kehidupan masyarakat Amerika.
Menariknya, perjalanan burger tidak berhenti di Amerika Serikat. Kesederhanaan bentuknya membuat burger mudah beradaptasi dengan berbagai selera. Dari restoran cepat saji hingga restoran kelas atas, burger kemudian berkembang menjadi hidangan dengan beragam jenis daging, saus, keju, sayuran, hingga pilihan patty berbahan nabati.
Kini, burger telah menjadi bagian dari budaya kuliner global. Setiap negara bahkan dapat memberikan sentuhan lokal sesuai selera masyarakatnya. Ada burger dengan cita rasa pedas, burger menggunakan bumbu khas daerah, hingga burger dengan bahan-bahan yang sebelumnya tidak pernah dibayangkan menjadi bagian dari hidangan tersebut.
Dari perjalanan panjangnya, burger membuktikan bahwa sebuah makanan sederhana dapat mengalami perubahan besar ketika bertemu dengan perkembangan industri, budaya, dan kreativitas manusia.
Jadi, ketika menikmati burger, kita sebenarnya tidak hanya sedang menyantap roti dan daging. Di balik setiap gigitannya terdapat sejarah panjang tentang bagaimana sebuah hidangan yang asal-usulnya masih diperdebatkan mampu berkembang menjadi salah satu makanan paling dikenal di dunia.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....