Kimpul Viral, Kreativitas Ibu Kimpul Ubah Umbi Lokal Jadi Beragam Makanan

  • 19 Agt 2026 09:00 WIB
  •  Surabaya

RRI.CO.ID, Surabaya - Umbi kimpul belakangan ramai diperbincangkan di media sosial setelah konten kreator asal Bantul, Ibu Tin atau yang dikenal sebagai Ibu Kimpul melalui akun TikTok @black.sheep8208, membagikan beragam kreasi makanan berbahan dasar kimpul. Kreativitas tersebut terlihat dari caranya mengganti bahan makanan yang umum digunakan dengan kimpul.

Dalam sejumlah kontennya, Ibu Kimpul menggunakan kimpul sebagai pengganti bahan utama pada makanan yang sudah dikenal masyarakat. Kalimat “karena saya tidak punya, jadi saya ganti kimpul” kemudian menjadi salah satu ciri khas kontennya dan ikut membuat kimpul semakin dikenal.

Kimpul tidak hanya diolah menjadi makanan tradisional, tetapi juga digunakan untuk membuat berbagai hidangan yang umumnya menggunakan bahan berbeda. Mulai dari mashed potato yang diganti dengan mashed kimpul, seblak dengan kimpul sebagai pengganti kerupuk, hingga makanan seperti arancini, jumeok, dan kimbab yang diolah menggunakan umbi tersebut.

Pada olahan arancini, misalnya, kimpul digunakan sebagai pengganti beras risotto, sedangkan pada kimbab kimpul digunakan sebagai pengganti nasi. Cara tersebut menunjukkan bahwa kimpul memiliki karakter yang cukup fleksibel untuk diolah menjadi berbagai bentuk makanan setelah melalui proses pengolahan yang sesuai.

Kreativitas serupa juga terlihat pada olahan salad, ketika kimpul digunakan sebagai pengganti kentang. Kimpul yang diolah menjadi mashed juga dapat menjadi pendamping steak, sehingga bahan pangan lokal tersebut dipadukan dengan konsep makanan yang selama ini lebih dikenal menggunakan kentang.

Fenomena tersebut sekaligus memperkenalkan kembali kimpul sebagai salah satu sumber pangan lokal. Panduan dari Kementerian Pertanian mencatat kimpul atau tannia dengan nama ilmiah Xanthosoma sagittifolium, yang termasuk dalam kelompok talas dan memiliki kemiripan dengan talas taro.

Kreativitas Ibu Kimpul memperlihatkan bahwa satu bahan pangan lokal dapat diolah dengan berbagai pendekatan dan tidak harus terpaku pada satu jenis masakan. Dari kimpul, masyarakat dapat melihat bahwa bahan pangan yang sederhana juga dapat menjadi bagian dari kreasi makanan yang mengikuti perkembangan selera dan tren kuliner.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....