Nasi Padang Keliling “Si Paling”: Inovasi Kuliner Tradisional di Era Modern

  • 18 Jun 2026 14:48 WIB
  •  Surabaya

RRI CO.ID, Surabaya - Di tengah maraknya tren kuliner keliling yang sebelumnya didominasi oleh kopi dan minuman kekinian, kini muncul fenomena baru yang menarik perhatian masyarakat, yaitu Si Paling (Nasi Padang Keliling). Konsep ini menghadirkan makanan khas Minang langsung ke pelanggan atau konsumen melalui gerobak atau kendaraan yang berkeliling di kawasan perkantoran, kampus, hingga permukiman warga.

Nasi Padang selama ini identik dengan rumah makan yang memiliki etalase berisi beragam lauk seperti rendang, ayam gulai, dendeng, dan sambal hijau. Namun, melalui konsep keliling, makanan tersebut kini dapat dinikmati dengan lebih praktis tanpa harus datang ke restoran.

Model bisnis ini mengusung strategi “jemput bola” yang dianggap sesuai dengan gaya hidup masyarakat urban yang serba cepat. Popularitas nasi Padang keliling semakin meningkat berkat media sosial, khususnya TikTok dan Instagram.

Berbagai konten ulasan dari kreator kuliner menampilkan pengalaman membeli nasi Padang langsung dari gerobak yang unik dan modern. Keunikan konsep tersebut membuat banyak warganet penasaran dan ingin mencobanya secara langsung.

Salah satu pelaku usaha yang ikut meramaikan tren ini adalah Si Paling (Padang Keliling) yang menawarkan nasi Padang melalui kendaraan yang telah dimodifikasi khusus. Selain menjual makanan secara keliling, mereka juga menyediakan layanan catering dan kemitraan usaha.

Konsep ini dinilai mampu memperluas jangkauan pasar sekaligus memudahkan konsumen mendapatkan makanan khas Minang dengan cepat dan praktis. Keunggulan utama nasi Padang keliling terletak pada kemudahan akses, harga yang relatif terjangkau, serta cita rasa yang tetap mempertahankan karakter khas masakan Padang.

Bahkan beberapa pelaku usaha telah mengadopsi sistem pembayaran digital dan kemasan yang lebih modern untuk menarik pelanggan dari berbagai kalangan. Fenomena ini menunjukkan bahwa kuliner tradisional Indonesia mampu beradaptasi dengan perkembangan zaman tanpa kehilangan identitasnya. Kehadiran Si Paling dan berbagai pelaku nasi Padang keliling lainnya menjadi bukti bahwa inovasi dalam metode penjualan dapat membuka peluang bisnis baru sekaligus memperkenalkan kekayaan kuliner Nusantara kepada masyarakat yang lebih luas.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....