Eksistensi Gethuk Singkong, Jajanan Tradisional yang Tak Lekang oleh Waktu

  • 03 Jun 2026 09:22 WIB
  •  Surabaya

RRI.CO.ID, Surabaya – Di tengah gempuran tren kuliner modern dan kue-kue kekinian yang estetik, jajanan pasar tradisional rupanya masih memiliki tempat spesial di hati para pencinta kuliner tanah air. Salah satu yang tetap konsisten mempertahankan eksistensinya adalah gethuk singkong.

Kue tradisional berbahan dasar singkong ini seolah menolak punah. Karakteristiknya yang sederhana justru menjadi daya tarik utama yang selalu berhasil memicu nostalgia masa kecil bagi siapa saja yang menyantapnya.

Seperti yang terlihat pada gambar, penyajian gethuk singkong tradisional ini sangat autentik. Dipotong berbentuk kotak-kotak kecil berwarna krem alami khas singkong rebus yang telah dihaluskan, hidangan ini disajikan di atas selembar daun pisang segar.

Tidak ketinggalan, taburan parutan kelapa muda yang melimpah di atasnya memberikan perpaduan rasa yang sempurna: manis, gurih, dan bertekstur lembut. Daun pisang yang digunakan sebagai alas pun tidak sekadar menjadi penghias, melainkan ikut menyumbang aroma khas yang membuat sajian tradisional ini terasa semakin nikmat.

"Jajanan seperti gethuk ini bukan cuma soal rasa, tapi juga soal merawat memori. Di saat kafe-kafe menjual croissant atau pastry modern, sepiring gethuk dengan parutan kelapa di atas daun pisang selalu punya cara sendiri untuk bikin kangen," ujar Imania, seorang penikmat kuliner tradisional saat ditemui Rabu, 3 Juni 2026.

Kini, gethuk singkong tidak hanya bisa dijumpai di pasar-pasar subuh tradisional. Banyak pelaku UMKM kuliner yang mulai menaikkan kelas jajanan ini dengan mengemasnya secara lebih higienis atau menjadikannya menu camilan sore mendampingi kopi dan teh di beberapa kedai kopi bernuansa lokal.

Harganya yang sangat terjangkau serta bahan bakunya yang melimpah di Indonesia membuat bisnis kuliner berbasis singkong ini diprediksi akan terus bertahan. Menikmati sepotong gethuk bukan hanya sekadar memanjakan lidah, tetapi juga menjadi langkah kecil dalam menjaga kekayaan kuliner asli nusantara agar tidak tergerus zaman.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....