Bubur Madura, Sajian Tradisional yang Tetap Bertahan di Gempuran Kuliner

  • 11 Mei 2026 14:51 WIB
  •  Surabaya

RRI.CO.ID, Surabaya - Di tengah menjamurnya makanan cepat saji dan tren kuliner kekinian, makanan tradisional Indonesia tetap memiliki tempat tersendiri di hati masyarakat. Salah satu sajian khas yang masih bertahan hingga kini adalah Bubur Madura.

Hidangan manis berwarna-warni ini tidak hanya dikenal karena rasanya yang khas, tetapi juga memiliki sejarah panjang yang erat kaitannya dengan budaya masyarakat Pulau Madura. Bubur Madura dikenal sebagai sajian berbahan dasar bubur sumsum yang dipadukan dengan mutiara, ketan hitam, kacang hijau, dan siraman santan serta gula merah cair.

Tampilan warnanya yang menarik membuat makanan ini mudah dikenali, terutama di pasar tradisional maupun pusat jajanan khas Jawa Timur. Menurut buku Kuliner Tradisional Indonesia: Seri Makanan Khas Nusantara karya Murdijati Gardjito, bubur tradisional di wilayah Madura berkembang dari kebiasaan masyarakat pesisir yang memanfaatkan bahan pangan sederhana seperti tepung beras, santan, dan gula kelapa sebagai makanan pengganjal perut sekaligus sajian untuk acara keluarga dan tradisi masyarakat.

Dalam buku tersebut dijelaskan bahwa masyarakat Madura sejak dahulu dikenal sebagai pelaut dan pedagang. Aktivitas yang padat membuat mereka membutuhkan makanan yang mudah dibuat, murah, tetapi mengenyangkan. Dari situlah berbagai jenis bubur berkembang, termasuk Bubur Madura yang kemudian memiliki ciri khas perpaduan berbagai isian manis dalam satu mangkuk.

Berbeda dengan bubur manis dari daerah lain, Bubur Madura memiliki tekstur yang lebih beragam. Bubur sumsum yang lembut dipadukan dengan kenyalnya mutiara dan legitnya gula merah menciptakan rasa khas yang masih digemari hingga sekarang. Kombinasi tersebut menjadi simbol kesederhanaan masyarakat Madura yang mampu mengolah bahan sederhana menjadi makanan bernilai tinggi.

Seiring perkembangan zaman, Bubur Madura mulai dikenal luas di berbagai daerah di Indonesia, khususnya di Jawa Timur. Banyak pedagang kaki lima hingga penjual di pasar tradisional menjadikan makanan ini sebagai menu andalan, terutama pada pagi dan sore hari. Bahkan kini beberapa kedai modern mulai menghadirkan Bubur Madura dengan tampilan lebih kekinian tanpa menghilangkan cita rasa aslinya.

Keberadaan Bubur Madura juga menjadi bagian dari identitas kuliner daerah. Tidak sedikit perantau asal Madura yang membuka usaha bubur tradisional di kota-kota besar sebagai cara mempertahankan budaya sekaligus mencari penghasilan. Dari generasi ke generasi, resep Bubur Madura diwariskan secara turun-temurun di lingkungan keluarga.

Pengamat kuliner Indonesia menyebut makanan tradisional seperti Bubur Madura memiliki nilai budaya yang penting karena merekam kebiasaan makan masyarakat masa lalu. Selain itu, penggunaan bahan alami dan proses pembuatan tradisional membuat makanan ini tetap relevan di tengah meningkatnya minat masyarakat terhadap kuliner lokal.

Meski terlihat sederhana, Bubur Madura menyimpan cerita panjang tentang tradisi, ekonomi masyarakat pesisir, hingga kreativitas kuliner Nusantara. Kehadirannya yang masih bertahan hingga saat ini membuktikan bahwa makanan tradisional tidak pernah kehilangan penggemarnya.

Di tengah modernisasi kuliner, Bubur Madura menjadi pengingat bahwa cita rasa tradisional Indonesia memiliki kekuatan untuk terus hidup dan diwariskan kepada generasi berikutnya.

Kata Kunci / Tags

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru

Memuat berita terbaru.....