Cilok, Camilan Sederhana dengan Jejak Tradisi Sunda

  • 05 Mei 2026 10:41 WIB
  •  Surabaya

RRI.CO.ID, Surabaya - Di antara ragam jajanan kaki lima yang mudah ditemui di berbagai sudut kota, cilok menjadi salah satu yang tak pernah kehilangan penggemarnya. Bentuknya bulat kecil, teksturnya kenyal, dan biasanya disajikan dengan saus kacang gurih—membuat cilok digemari lintas usia, dari anak-anak hingga orang dewasa.

Cilok sendiri merupakan singkatan dari “aci dicolok”, yang dalam bahasa Sunda merujuk pada cara penyajiannya, yakni adonan tepung kanji (aci) yang ditusuk menggunakan lidi atau tusuk sate. Makanan ini berasal dari wilayah Jawa Barat, khususnya budaya kuliner masyarakat Sunda yang dikenal kreatif mengolah bahan sederhana menjadi hidangan lezat.

Dalam buku kuliner “Khazanah Kuliner Tradisional Sunda” karya pakar gastronomi Indonesia, Murdijati Gardjito, dijelaskan bahwa makanan berbahan dasar tepung aci berkembang pesat pada masa ketika bahan pangan seperti beras relatif terbatas atau mahal bagi sebagian masyarakat. Tepung tapioka yang lebih terjangkau kemudian diolah menjadi berbagai jajanan, termasuk cilok, cireng, dan cimol.

Cilok awalnya dikenal sebagai makanan rakyat yang dijajakan secara keliling oleh pedagang menggunakan gerobak sederhana. Para pedagang ini biasanya berkeliling kampung atau berjualan di depan sekolah, menawarkan cilok hangat yang disajikan dengan saus kacang, kecap, dan sambal. Kesederhanaan bahan dan cara pembuatannya membuat cilok mudah diproduksi dan dijual dengan harga terjangkau.

Seiring waktu, cilok mengalami berbagai inovasi. Kini, isian cilok tidak lagi hanya adonan polos, tetapi juga bisa berisi daging cincang, telur, hingga keju. Sausnya pun semakin beragam, mulai dari saus kacang klasik hingga varian pedas modern yang disesuaikan dengan selera generasi muda.

Meski telah bertransformasi, cilok tetap mempertahankan identitasnya sebagai jajanan khas yang merakyat. Di tengah gempuran makanan modern dan tren kuliner kekinian, cilok justru menunjukkan daya tahan sebagai bagian dari warisan kuliner lokal yang terus hidup dan berkembang.

Lebih dari sekadar camilan, cilok menjadi cerminan kreativitas masyarakat dalam mengolah bahan sederhana menjadi sesuatu yang bernilai. Dari gerobak kecil di pinggir jalan hingga hadir di berbagai acara kuliner, cilok membuktikan bahwa cita rasa tradisional selalu punya tempat di hati masyarakat Indonesia.

Kata Kunci / Tags

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru

Memuat berita terbaru.....