Telur Gulung, Jajanan Sederhana yang Menyimpan Jejak Kreativitas Kuliner Nusanta

  • 04 Mei 2026 11:30 WIB
  •  Surabaya

RRI.CO.ID, Surabaya - Di antara deretan jajanan kaki lima yang akrab di lingkungan sekolah, telur gulung menjadi salah satu yang paling melekat di ingatan. Bentuknya sederhana, telur yang digoreng lalu digulung pada tusuk bambu namun cita rasanya mampu menghadirkan nostalgia yang kuat bagi banyak orang.

Secara umum, telur gulung diyakini sebagai hasil inovasi dari olahan telur dadar atau omelet yang kemudian dimodifikasi oleh para pedagang kaki lima. Teknik pembuatannya yang unik, yaitu menuangkan telur ke dalam minyak panas lalu menggulungnya dengan cepat menggunakan tusuk sate, menciptakan tekstur khas yang renyah di luar dan lembut di dalam. Cara memasak ini menjadi pembeda utama dibandingkan olahan telur lainnya.

Meski tidak memiliki catatan sejarah yang pasti, kehadiran telur gulung mulai dikenal luas pada era 1990-an, terutama di lingkungan sekolah dasar. Harganya yang murah dan proses pembuatannya yang atraktif menjadikannya daya tarik tersendiri bagi anak-anak. Dari sinilah telur gulung berkembang sebagai bagian dari budaya jajanan kaki lima di Indonesia.

Dalam perspektif kuliner, telur gulung juga dapat dipahami sebagai bentuk adaptasi lokal terhadap teknik memasak telur yang sederhana. Dalam buku Nasi Goreng dan Makanan Populer Indonesia karya Sri Owen, dijelaskan bahwa banyak makanan populer di Indonesia lahir dari kreativitas masyarakat dalam mengolah bahan sederhana menjadi hidangan yang menarik dan ekonomis. Konsep ini sejalan dengan kemunculan telur gulung yang memanfaatkan bahan utama telur—mudah didapat, murah, dan cepat diolah—menjadi jajanan yang digemari.

Lebih jauh, telur gulung tidak hanya sekadar makanan ringan, tetapi juga mencerminkan karakter kuliner Indonesia yang adaptif dan inovatif. Pedagang kaki lima mampu menciptakan daya tarik visual melalui teknik menggulung telur secara cepat di dalam minyak panas, menjadikannya tidak hanya lezat tetapi juga menghibur untuk disaksikan.

Seiring berjalannya waktu, telur gulung mengalami berbagai perkembangan. Kini, jajanan ini tidak hanya hadir dalam bentuk klasik, tetapi juga dengan tambahan variasi seperti sosis, keju, hingga saus modern yang mengikuti selera generasi masa kini. Meski demikian, esensi sederhananya tetap dipertahankan.

Pada akhirnya, telur gulung bukan sekadar jajanan sekolah. Ia adalah representasi dari kreativitas kuliner rakyat—lahir dari keterbatasan, berkembang melalui inovasi, dan bertahan karena kenangan. Dari gerobak kecil di depan sekolah hingga menjadi bagian dari tren kuliner nostalgia, telur gulung terus hidup sebagai bagian dari cerita kuliner Indonesia.

Kata Kunci / Tags

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru

Memuat berita terbaru.....