Petis Legendaris Pesisir Jawa Timur, Dari Sisa Jadi Rasa

  • 09 Apr 2026 14:24 WIB
  •  Surabaya

RRI.CO.ID, Surabaya - Bagi masyarakat Surabaya, Gresik, hingga Sidoarjo, petis bukan sekadar bumbu pelengkap, melainkan identitas rasa yang melekat kuat dalam berbagai kuliner khas Jawa Timur.

Cita rasa gurih, manis, dan sedikit asin dari petis menjadi kunci kelezatan sejumlah hidangan tradisional seperti rujak cingur, tahu tek, lontong kupang, hingga tahu petis. Tanpa petis, sajian tersebut kehilangan karakter khasnya.

Di balik rasanya yang kuat, petis memiliki sejarah panjang dari tradisi masyarakat pesisir. Bumbu ini berasal dari air rebusan ikan atau udang yang dimasak kembali hingga mengental menjadi pasta berwarna cokelat kehitaman.

Dalam buku Indonesian Food and Cookery karya Sri Owen, disebutkan bahwa petis lahir dari kebiasaan masyarakat pesisir yang memanfaatkan sisa hasil olahan laut agar tidak terbuang. Air rebusan yang awalnya dianggap limbah, justru diolah kembali hingga menghasilkan rasa gurih alami.

Tradisi ini telah berlangsung sejak ratusan tahun lalu di pesisir utara Pulau Jawa, termasuk Lamongan yang dikenal sebagai kawasan perikanan dan perdagangan sejak masa kerajaan hingga kolonial. Melimpahnya hasil laut mendorong lahirnya berbagai produk turunan seperti petis dan terasi.

Seiring waktu, petis tidak lagi sekadar pelengkap, melainkan menjadi penentu utama rasa. Di Surabaya, misalnya, petis menjadi elemen penting dalam rujak cingur yang terkenal dengan warna sausnya yang gelap dan cita rasa khas.

Petis juga memiliki variasi berdasarkan bahan baku. Petis udang dikenal lebih kuat aromanya, sementara petis ikan cenderung lebih ringan. Keduanya tetap menjadi bagian tak terpisahkan dari kuliner Jawa Timur.

Kini, petis diproduksi tidak hanya secara tradisional, tetapi juga secara industri dan dipasarkan ke berbagai daerah. Meski begitu, petis rumahan masih dianggap memiliki cita rasa lebih autentik karena proses pembuatannya yang mempertahankan cara tradisional.

Dari sekadar sisa rebusan, petis menjelma menjadi bumbu legendaris. Warisan rasa ini menjadi bukti kreativitas masyarakat pesisir dalam mengolah bahan pangan, sekaligus memperkaya khazanah kuliner Nusantara hingga saat ini.

Kata Kunci / Tags

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru

Memuat berita terbaru.....