Kerupuk Ikan Tenggiri, Camilan Tradisional Kreativitas Masyarakat Pesisir

  • 01 Apr 2026 11:03 WIB
  •  Surabaya

RRI.CO.ID, Surabaya - Kerupuk menjadi salah satu pelengkap makanan yang sangat akrab dalam tradisi kuliner masyarakat Indonesia. Hampir di setiap daerah terdapat berbagai jenis kerupuk dengan bahan dan cita rasa yang berbeda.

Salah satu yang cukup populer adalah kerupuk ikan tenggiri, kerupuk yang dikenal dengan rasa gurih khas ikan laut serta teksturnya yang renyah ketika digoreng. Dalam buku Indonesian Food and Cookery karya Sri Owen, dijelaskan bahwa tradisi pembuatan kerupuk telah berkembang sejak lama dalam budaya kuliner Nusantara.

Pada masa lalu, masyarakat terutama yang tinggal di wilayah pesisir memanfaatkan hasil laut yang melimpah dengan berbagai cara pengolahan. Salah satu cara yang dilakukan adalah mencampurkan daging ikan dengan tepung sebagai bahan dasar kerupuk agar ikan dapat diolah menjadi makanan yang lebih tahan lama.

Ikan tenggiri menjadi salah satu jenis ikan yang sering digunakan dalam pembuatan kerupuk karena memiliki tekstur daging yang padat dan rasa gurih alami yang kuat. Daging ikan tenggiri yang telah dibersihkan biasanya dihaluskan terlebih dahulu, kemudian dicampur dengan tepung tapioka, garam, serta beberapa bumbu sederhana.

Campuran tersebut diaduk hingga membentuk adonan yang padat sebelum kemudian dikukus hingga matang. Setelah proses pengukusan selesai, adonan kerupuk dibiarkan dingin lalu dipotong tipis-tipis. Irisan tersebut kemudian dijemur di bawah sinar matahari hingga benar-benar kering.

Proses penjemuran ini menjadi tahap penting karena menentukan kualitas kerupuk saat digoreng. Setelah kering, potongan kerupuk dapat disimpan dalam waktu cukup lama sebelum akhirnya digoreng dalam minyak panas hingga mengembang dan menghasilkan tekstur yang renyah.

Pada awal kemunculannya, kerupuk ikan tenggiri tidak hanya dibuat sebagai camilan, tetapi juga sebagai cara masyarakat pesisir mengawetkan ikan hasil tangkapan nelayan. Dengan mengolah ikan menjadi kerupuk kering, bahan makanan tersebut dapat disimpan lebih lama dibandingkan ikan segar.

Cara ini menjadi solusi sederhana bagi masyarakat yang hidup di wilayah pantai yang sering mendapatkan hasil tangkapan ikan dalam jumlah besar. Seiring waktu, kerupuk ikan tenggiri mulai dikenal lebih luas dan tidak hanya dikonsumsi oleh masyarakat pesisir.

Perdagangan antar daerah membuat makanan ini menyebar ke berbagai wilayah di Indonesia. Banyak keluarga kemudian memproduksi kerupuk ikan sebagai usaha rumahan, bahkan di beberapa daerah berkembang menjadi industri kecil yang cukup menjanjikan.

Hingga saat ini, kerupuk ikan tenggiri tetap menjadi salah satu jenis kerupuk yang digemari masyarakat. Rasanya yang gurih dan aromanya yang khas membuat kerupuk ini cocok dinikmati sebagai camilan maupun pelengkap berbagai hidangan.

Dari dapur-dapur sederhana masyarakat pesisir, kerupuk ikan tenggiri akhirnya menjadi bagian dari kekayaan kuliner tradisional Indonesia yang terus bertahan dari generasi ke generasi.

Kata Kunci / Tags

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru

Memuat berita terbaru.....