Jenang Ikon Kuliner Jawa Timur dan Warisan Nusantara

  • 03 Feb 2026 09:36 WIB
  •  Surabaya

RRI.CO.ID, Surabaya - Jenang merupakan makanan tradisional Indonesia berbahan beras atau ketan, santan dan gula merah yang dimasak hingga kental. Makanan ini dikenal di berbagai daerah Nusantara, termasuk Jawa Timur, dan tidak hanya dinikmati sebagai kudapan tetapi juga memiliki nilai budaya yang panjang.

Dilansir dari Balai Pelestarian Kebudayaan Wilayah XI Direktorat Jenderal Kebudayaan, jenang seperti jenang abang-putih dalam tradisi masyarakat Jawa memiliki makna simbolis yang mendalam. Dalam penjelasan resmi disebutkan, “jenang abang-putih menjadi simbol doa, harapan, persatuan dan semangat masyarakat,” demikian dijelaskan dalam sumber tersebut.

Selain sebagai makanan sehari-hari, jenang juga hadir dalam berbagai upacara adat masyarakat Jawa. Dalam tradisi tersebut, jenang disajikan sebagai bagian dari ritual selamatan dan peringatan tertentu yang mencerminkan nilai kebersamaan dan rasa syukur masyarakat. Hal ini menunjukkan bahwa jenang memiliki fungsi sosial dan spiritual dalam kehidupan budaya.

Di Jawa Timur, salah satu varian jenang yang populer adalah Jenang Mirah dari Kabupaten Ponorogo, yang sudah menjadi oleh-oleh khas sejak pertengahan abad ke-20. Jenang Mirah telah menjadi bagian dari kuliner khas Ponorogo sejak tahun 1955, dengan tekstur yang lembut serta perpaduan rasa manis dan gurih yang menjadi ciri khasnya.

Nama Jenang Mirah berasal dari sosok perintis pembuatnya yang dikenal sebagai Mbah Mirah, yang merintis produksi jenang tersebut secara tradisional hingga dikenal luas oleh masyarakat. Proses pembuatannya masih mempertahankan cara tradisional yang diwariskan turun-temurun.

Keberadaan berbagai varian jenang di Jawa Timur dan daerah lain menunjukkan bahwa makanan tradisional ini tetap relevan dalam kehidupan modern serta menjadi bagian penting dari keberagaman warisan kuliner Nusantara yang terus dilestarikan.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....