Dari Senayan ke Nusantara: Kisah Populer Sate Taichan

  • 28 Sep 2025 09:21 WIB
  •  Surabaya

KBRN, Surabaya: Sate adalah makanan ikonik yang sudah sangat terkenal di Indonesia. Cara membuatnya cukup sederhana: "hanya potongan daging yang dipotong jadi tusukan, dibalur bumbu secukupnya, lalu dibakar". Dari cara pembuatannya yang sederhana, muncul banyak variasi unik, seperti sate Madura dengan saus kacang manis dan sate Padang yang berminyak dan pedas.

Di tengah beragamnya variasi itu, terdapat inovasi baru yang tiba-tiba populer: sate taichan, yang tiba-tiba jadi trending, terutama di Jakarta. Menurut budaya-indonesia, sate ini "baru mulai dikenal dan meramaikan pasar mungkin hanya sekitar tiga tahun lalu", berbeda jauh dari variasi klasik seperti sate Madura dan Padang yang sudah ada sejak abad ke-19.

Kisahnya dimulai ketika Bang Amir, seorang penjual sate di depan stadion Gelora Bung Karno, disambut oleh sepasang pelanggan asal Jepang yang tidak suka sate biasa yang penuh rasa kecap. Mereka lebih suka menggunakan garam dan jeruk nipis sebelum dan sesudah dibakar lalu ditambah sambal pedas, lalu menyebutnya "Taichan" tanpa menjelaskan artinya.

Bang Amir tertarik dan mulai melengkapi hidangan tersebut dengan gaya khasnya. Ia menggunakan es batu untuk mempertahankan kelembutan daging, hingga "daging sate taichan tampil putih dan tidak kecoklatan meskipun sudah dibakar". Ia juga mengembangkan resep sambal dan rasanya. Tidak butuh lama, sate taichan menjadi populer, bahkan di media sosial.

Kehadiran sate taichan memberi nuansa segar pada dunia kuliner. Kesederhanaannya dan segarnya menjadi daya tarik utama rasa pedas dan segar tanpa terlalu berat. Cocok bagi anak muda dan pecinta makanan yang ingin sesuatu berbeda. Popularitasnya meroket lewat media sosial, mengundang banyak warung khusus sate taichan bermunculan di berbagai kota.

Akhirnya, meskipun sate taichan masih dianggap baru, ia mulai dikenal sebagai bagian dari kekayaan kuliner Jakarta. Meski demikian, "Sate taichan mungkin masih bisa diperdebatkan statusnya sebagai makanan tradisional khas Jakarta", namun usaha para penjual untuk meramaikan budaya kuliner ibu kota tidak bisa diabaikan. Mereka berkontribusi bersama masakan lain seperti kerak telor dan soto Betawi. Kini, sate taichan bukan hanya makanan, tapi juga simbol dari inovasi lintas budaya yang lahir dari kreativitas masyarakat perkotaan.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....