PERDAMI Jatim Periksa Mata Gratis bagi 125 Lansia Surabaya

  • 04 Okt 2026 16:49 WIB
  •  Surabaya

RRI.CO.ID, Surabaya - Perhimpunan Dokter Spesialis Mata Indonesia (PERDAMI) Jawa Timur bersama BPJS Watch memeriksa kondisi mata 125 warga pra-sejahtera dan lanjut usia di Surabaya. Kegiatan pemeriksaan tersebut berlangsung di BG Junction Mall, untuk mendeteksi gangguan penglihatan sejak dini.

Pemeriksaan meliputi pengukuran tajam penglihatan, tekanan bola mata, hingga kondisi retina pasien. Peserta yang terindikasi mengalami gangguan seperti katarak akan mendapatkan penanganan lanjutan melalui rujukan ke fasilitas kesehatan atau pendataan untuk program operasi.

“Ibaratnya kami ini striker, tapi kalau aliran bola dari bawah tidak ada, itu akan susah. Jadi skrining seperti ini sangat bermanfaat,” ujar Ketua PERDAMI Jatim, dr. Sutjipto, Sp.M(K), Minggu 4 Oktober 2026.

Ia mengatakan skrining menjadi tahap penting sebelum dokter spesialis mata menentukan tindakan medis, termasuk operasi katarak. Menurutnya, deteksi dini dapat membantu mempercepat penanganan pasien yang mengalami gangguan penglihatan.

Ketua BPJS Watch Surabaya, Budi Murtianingsih, mengatakan kegiatan tersebut merupakan bentuk kepedulian terhadap akses pelayanan kesehatan bagi masyarakat, terutama lansia dan warga pra-sejahtera. Ia berharap kolaborasi dengan PERDAMI Jatim dapat diperluas agar semakin banyak masyarakat mendapatkan pemeriksaan mata.

“Ini kolaborasi perdana kami dengan PERDAMI. Ke depan kami akan fokus menjangkau lebih banyak lansia agar indra penglihatan mereka lebih sehat,” ungkap Budi.

Mantan Menteri Sosial Tri Rismaharini yang hadir dalam kegiatan tersebut menilai masih banyak lansia yang takut menjalani pemeriksaan maupun operasi katarak meski fasilitas kesehatan telah tersedia. Ia menyebut keterlambatan penanganan katarak dapat berdampak pada produktivitas pasien dan anggota keluarga yang merawatnya.

“Bahkan besan saya saja takut. Artinya, memberi penjelasan ke masyarakat itu jauh lebih penting agar mereka sadar dan mau operasi katarak,” kata Risma.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....