Delima Kaya Antioksidan untuk Kesehatan Jantung

  • 03 Okt 2026 21:11 WIB
  •  Surabaya

RRI.CO.ID, Surabaya - Buah delima tidak hanya dikenal karena rasa dan warna buahnya yang khas. Buah dengan nama latin Punica granatum L. ini juga mengandung berbagai senyawa bioaktif yang membuatnya banyak diteliti, termasuk terkait potensi manfaatnya bagi kesehatan jantung dan pembuluh darah.

Dilansir dari laman Direktorat Jenderal Kesehatan Lanjutan Kementerian Kesehatan, buah delima mengandung sejumlah senyawa fitokimia, termasuk flavonoid, ellagitannin, antosianidin, dan berbagai senyawa fenolik. Buah ini juga diketahui memiliki aktivitas antioksidan dan antiinflamasi.

“Buah delima mengandung antioksidan tinggi, terutama dalam bentuk polifenol, seperti punicalagin dan anthocyanins,” demikian ditulis Kementerian Kesehatan dalam artikel mengenai manfaat buah delima untuk kesehatan kardiovaskular.

Kandungan antioksidan tersebut menjadi salah satu alasan delima dikaitkan dengan kesehatan pembuluh darah. Kementerian Kesehatan menjelaskan, antioksidan dapat membantu melawan radikal bebas yang berpotensi merusak sel dan memicu peradangan. Polifenol dalam delima juga disebut berperan sebagai senyawa yang berpotensi memberikan perlindungan terhadap kondisi oksidatif pada jaringan jantung.

Selain kandungan antioksidan, delima juga telah diteliti terkait tekanan darah. Sebuah tinjauan sistematis dan meta-analisis yang diterbitkan di jurnal Phytotherapy Research pada 2024 menganalisis 22 uji klinis dengan melibatkan orang dewasa. Hasil gabungan penelitian menunjukkan konsumsi delima berkaitan dengan penurunan tekanan darah sistolik maupun diastolik. Namun, penelitian tersebut juga menemukan tingkat perbedaan hasil yang tinggi antarstudi.

“Meski hasil penelitian menunjukkan jus delima mungkin efektif membantu menurunkan tekanan darah, masih diperlukan penelitian berkualitas tinggi untuk memastikan efektivitas klinis konsumsi delima,” demikian kesimpulan penelitian tersebut yang dipublikasikan melalui PubMed.

Temuan tersebut sejalan dengan informasi dari National Center for Complementary and Integrative Health atau NCCIH, bagian dari National Institutes of Health Amerika Serikat. Lembaga tersebut menyebut terdapat bukti dari sejumlah penelitian pada manusia bahwa jus atau ekstrak delima mungkin membantu menurunkan tekanan darah, tetapi penelitian tambahan masih diperlukan untuk memastikan efeknya.

Penelitian lain yang dipublikasikan pada 2025 juga mengkaji pengaruh suplementasi delima terhadap sejumlah faktor risiko kardiometabolik. Hasil meta-analisis menunjukkan adanya perubahan pada beberapa parameter, termasuk tekanan darah sistolik, tekanan darah diastolik, dan kolesterol total. Meski demikian, peneliti menyarankan penelitian dengan durasi lebih panjang dan jumlah peserta yang lebih besar untuk memperkuat temuan tersebut.

Dengan demikian, delima dapat menjadi salah satu pilihan buah dalam pola makan sehat karena mengandung polifenol dan senyawa bioaktif lainnya. Namun, manfaat tersebut tidak berarti delima dapat menggantikan obat atau terapi medis bagi orang yang memiliki hipertensi maupun penyakit jantung.

NCCIH juga mengingatkan bahwa jus delima umumnya dianggap aman, sementara penggunaan bagian tanaman tertentu dalam jumlah besar, seperti akar, batang, dan kulit, perlu diwaspadai. Lembaga tersebut juga menyarankan masyarakat berkonsultasi dengan tenaga kesehatan terkait penggunaan produk delima sebagai bagian dari penanganan kondisi kesehatan.

Konsumsi delima pada akhirnya dapat ditempatkan sebagai bagian dari pola makan bergizi seimbang. Sementara potensi manfaatnya terhadap kesehatan jantung terus diteliti, menjaga pola makan, aktivitas fisik, dan gaya hidup sehat tetap menjadi bagian penting dalam menjaga kesehatan kardiovaskular.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....