Mengenal Sindrom Patah Hati Takotsubo Cardiomyopathy Secara Medis
- 29 Sep 2026 13:30 WIB
- Surabaya
RRI.CO.ID, Surabaya - Takotsubo cardiomyopathy atau dikenal sebagai sindrom patah hati merupakan kondisi kesehatan yang memengaruhi pemompaan darah pada organ jantung. Kondisi medis ini dapat menyebabkan pelemahan mendadak pada otot jantung sehingga fungsinya terganggu secara sementara. Namun, bentuk gejala dan tingkat keparahannya dapat berbeda-beda pada setiap penderita.
Dilansir dari Harvard Health Publishing, kondisi ini umumnya ditandai dengan gejala mendadak seperti nyeri dada yang hebat, sesak napas, hingga pusing. Penderita mengalami pelemahan mendadak pada bilik kiri jantung tanpa adanya penyumbatan arteri koroner secara permanen. Gejala-gejala klinis tersebut sering kali muncul menyerupai serangan jantung akut.
Perubahan fungsi jantung pada kondisi ini dapat terjadi secara cepat akibat respons tubuh terhadap stres. Seseorang dapat mengalami lonjakan hormon stres seperti adrenalin yang berpotensi memicu kejang singkat pada pembuluh darah. Kondisi tersebut berbeda dari sekadar rasa lelah atau cemas biasa yang dialami dalam kehidupan sehari-hari.
Sindrom ini pertama kali diidentifikasi oleh para ahli medis di Jepang pada era 1990-an. Dilansir dari American Heart Association, nama takotsubo diambil dari alat penangkap gurita khas Jepang karena bentuk bilik jantung pasien berubah menyerupai jebakan tersebut saat membesar. Pola perubahan bentuk tersebut membuat fungsi pemompaan darah menjadi kurang optimal untuk sementara waktu.
Selain dipicu masalah emosional, kondisi ini juga dapat dipicu oleh tekanan fisik pada tubuh. Beberapa contoh pemicu fisik di antaranya adalah operasi besar, serangan asma parah, atau kondisi medis mendadak lainnya. Karena itu, penilaian kondisi sebaiknya tidak dilakukan hanya berdasarkan dugaan tanpa adanya pemeriksaan medis langsung.
Penyebab spesifik dari reaksi berlebih terhadap hormon stres ini masih terus diteliti oleh para ahli. Penelitian medis mencatat bahwa faktor usia dan jenis kelamin turut berperan, di mana mayoritas kasus terdiagnosis dialami oleh perempuan berusia lanjut. Meskipun demikian, keberadaan faktor risiko tersebut tidak berarti seseorang pasti akan mengalami gangguan jantung ini.
Takotsubo cardiomyopathy dapat ditangani melalui perawatan medis yang tepat di rumah sakit. Tim dokter umumnya memberikan obat-obatan pendukung seperti beta-blocker untuk meredakan dampak hormon stres dan menstabilkan tekanan darah penderita. Dengan penanganan yang sesuai, mayoritas penderita dapat pulih sepenuhnya dalam jangka waktu beberapa minggu hingga beberapa bulan.
Kondisi kesehatan ini bukan hal yang tepat untuk dikira-kira atau didiagnosis secara mandiri. Jika seseorang mengalami nyeri dada mendadak atau sesak napas setelah mengalami kejadian berat, langkah terbaik adalah segera mendatangi fasilitas kesehatan terdekat. Pemeriksaan oleh dokter spesialis sangat krusial untuk memastikan penanganan yang tepat dan mencegah komplikasi serius.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....