RSEC Surabaya Siapkan Langkah Pencegahan Khusus Hadapi Influenza Tipe A

  • 21 Sep 2026 16:35 WIB
  •  Surabaya

RRI.CO.ID, Surabaya - Menanggapi isu peningkatan kasus influenza khususnya Influenza Tipe A, Rumah Sakit Umum Daerah Eka Candrarini (RSEC) Surabaya menyatakan kesiapannya dalam melakukan langkah antisipasi dan penanganan medis, meskipun hingga saat ini belum ditemukan kasus terkonfirmasi di Kota Surabaya.

Kepala Tim Kerja Pelayanan Medik RSEC dr. Yudis Wira Pratama menjelaskan bahwa influenza pada dasarnya merupakan penyakit yang dapat sembuh dengan sendirinya apabila sistem imun tubuh pasien dalam kondisi baik. Faktor utama pencegahan dan penyembuhan adalah imunitas tubuh serta asupan nutrisi dan vitamin yang cukup.

“Influenza ini sebenarnya self-limiting disease. Jika imun tubuh baik, pasien dapat sembuh dengan sendirinya tanpa harus mendapatkan perawatan intensif atau obat-obatan khusus. Namun, jika kondisi imun menurun, gejala dapat memberat hingga membutuhkan rawat inap,” ujar dr. Yudis saat di hubungi RRI Senin, 21 September 2026.

RSEC juga memperkuat peran Tim Pencegahan dan Pengendalian Infeksi (PPI) serta Tim Surveilans. Penguatan protokol kesehatan diterapkan secara menyeluruh, serta menyiagakan fasilitas perawatan isolasi bertekanan negatif untuk mengantisipasi jika ada pasien yang terkonfirmasi membutuhkan rawat inap.

“Semisal ada pemeriksaan dan ternyata pasien positif Influenza A, pasien akan kita opname di ruangan isolasi. Ruangan tersebut sudah kita lengkapi dengan tekanan negatif, pengaturan ventilasi, serta kelembapan udara yang diukur secara khusus melalui tim PPI dan surveilans,” ucapnya.

Selain menyiapkan fasilitas penunjang kesehatan, pihak RSEC juga menghimbau masyarakat, khususnya para orang tua, untuk cermat mengamati kondisi kesehatan imunitas serta asupan nutrisi anak. Hal tersebut dinilai lebih penting sebab kondisi imunitas pada anak lebih rentan jika di bandingkan dengan orang dewasa.

“Untuk kasus ringan seperti batuk, pilek, atau panas biasa, masyarakat bisa berobat ke puskesmas terlebih dahulu. Namun, jika kondisinya menunjukkan gejala kegawatdaruratan seperti sesak napas, demam sangat tinggi, atau badan lemas akibat dehidrasi, sebaiknya segera dibawa ke IGD rumah sakit agar bisa segera diproses penanganannya,” katanya.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....