Bayi Suka Memasukkan Benda ke Mulut, Bahayakah?
- 17 Sep 2026 14:11 WIB
- Surabaya
RRI.CO.ID, Surabaya - Bayi yang gemar memasukkan benda ke mulut sering membuat orang tua khawatir. Perilaku ini sebenarnya adalah fase alami yang disebut fase oral, di mana bayi mengeksplorasi lingkungannya melalui mulut. Namun, di balik kewajaran tersebut, tersimpan risiko kesehatan yang perlu diwaspadai.
Fase oral umumnya berlangsung sejak lahir hingga usia 12-18 bulan. Pada masa ini, bayi mendapatkan informasi tentang rasa, tekstur, dan bentuk suatu benda melalui mulutnya. Menurut data dari Direktorat Jenderal Kesehatan Lanjutan Kementerian Kesehatan, bayi usia 4-6 bulan memang sudah mulai memasukkan objek ke dalam mulut. Ini adalah bagian dari perkembangan sensorik dan motorik yang normal.
Meskipun wajar, kebiasaan ini membawa risiko yang tidak bisa diabaikan, terutama tersedak. Bayi dan balita adalah kelompok yang paling berisiko mengalami tersedak karena mereka suka menjelajahi dunia dengan memasukkan benda ke mulut, dan saluran napas mereka masih sangat kecil. Benda asing yang masuk bisa menyumbat saluran napas dan menghalangi aliran oksigen ke otak. Jika tidak segera ditangani, kondisi ini bisa menyebabkan kerusakan otak bahkan kematian.
Ada beberapa benda di sekitar rumah yang sangat berbahaya jika sampai masuk ke mulut bayi. Koin, kelereng, mainan dengan ukuran kecil, balon, penutup pulpen, serta baterai kancing adalah beberapa contoh benda yang harus dijauhkan dari jangkauan anak. Baterai kancing khususnya sangat berbahaya karena dapat menyebabkan luka bakar internal jika tertelan. Makanan seperti kacang, anggur utuh, dan potongan hot dog juga termasuk yang berisiko tinggi menyebabkan tersedak.
Gejala tersedak pada bayi perlu dikenali dengan cepat. Tanda-tandanya antara lain batuk lemah atau tidak ada batuk sama sekali, suara napas yang bernada tinggi, tidak mampu menangis atau bersuara, serta wajah yang tampak pucat dan kebiruan. Jika bayi masih bisa batuk dengan kuat atau menangis, biarkan ia berusaha mengeluarkan benda tersebut sendiri. Namun, jika bayi tidak bisa bernapas atau bersuara, orang tua harus segera memberikan pertolongan pertama berupa lima tepukan punggung dan lima hentakan dada.
Orang tua memegang peran kunci dalam mencegah bahaya tersedak. Selalu awasi bayi saat bermain dan makan, serta pastikan tidak ada benda kecil yang terjangkau olehnya. Lakukan pemeriksaan rutin di bawah furnitur dan sela-sela bantal untuk memastikan tidak ada benda berbahaya yang terselip. Pilihlah mainan yang sesuai dengan usia anak dan hindari mainan yang memiliki bagian kecil yang mudah lepas.
Jika bayi menunjukkan tanda-tanda tersedak berat atau tidak mampu bernapas, segera bawa ke fasilitas kesehatan terdekat. Jangan menunda pertolongan karena kondisi ini adalah kegawatdaruratan yang membutuhkan penanganan medis segera. Dengan kewaspadaan dan pengawasan yang tepat, fase oral yang alami ini bisa dilewati dengan aman tanpa mengorbankan keselamatan si kecil.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....