Influenza A, Kenali Gejala dan Cara Menanganinya

  • 17 Sep 2026 08:32 WIB
  •  Surabaya

RRI.CO.ID, Surabaya - Influenza A menjadi salah satu virus yang perlu dikenali masyarakat karena dapat menyebabkan flu musiman. Gejalanya kerap dianggap sama dengan pilek biasa, meski influenza umumnya muncul lebih mendadak dengan keluhan yang lebih terasa pada tubuh.

Kementerian Kesehatan menjelaskan, influenza musiman pada manusia paling sering disebabkan virus Influenza A. Virus ini memiliki sejumlah subtipe, di antaranya A(H1N1) dan A(H3N2), yang dapat berubah dari waktu ke waktu.

Karena itu, munculnya demam disertai batuk, sakit kepala, nyeri tubuh, atau sakit tenggorokan secara tiba-tiba perlu diperhatikan. Kementerian Kesehatan menyebut gejala influenza umumnya muncul secara mendadak dan dapat berlangsung hingga lebih dari dua minggu untuk keluhan batuk.

“Gejala biasanya muncul tiba-tiba, seperti demam, batuk (umumnya batuk kering), sakit kepala, nyeri otot dan sendi, sakit tenggorokan, serta hidung berair. Batuk dapat menjadi berat dan kadang dapat terjadi dua minggu atau lebih,” demikian tulis Kementerian Kesehatan melalui laman Ayo Sehat.

Gejala tersebut memang dapat menyerupai pilek atau selesma. Bedanya, influenza cenderung muncul lebih tiba-tiba dan dapat disertai demam, nyeri otot, sakit kepala, serta rasa lelah yang lebih kuat. Sementara pilek biasa umumnya lebih dominan berupa hidung berair atau tersumbat, bersin, dan keluhan tenggorokan yang lebih ringan.

Namun, gejala saja tidak selalu dapat memastikan seseorang terkena Influenza A. Dokter dapat menilai kondisi pasien melalui gejala dan pemeriksaan klinis. Bila diperlukan untuk memastikan infeksi, pemeriksaan laboratorium dapat dilakukan menggunakan sampel saluran pernapasan.

WHO menjelaskan, pemeriksaan influenza dapat menggunakan rapid diagnostic test maupun metode molekuler seperti RT-PCR. Rapid test lebih cepat, tetapi sensitivitasnya lebih rendah dibandingkan RT-PCR sehingga hasil pemeriksaan perlu dipertimbangkan bersama kondisi klinis pasien.

Artinya, seseorang yang mengalami gejala flu tidak otomatis harus melakukan swab. Keputusan untuk melakukan pemeriksaan, termasuk jenis tes yang digunakan, bergantung pada kondisi pasien dan pertimbangan tenaga kesehatan. Jika diperlukan pemeriksaan untuk memastikan influenza, sampel dari saluran pernapasan dapat digunakan dalam pemeriksaan tersebut.

Lalu, bagaimana jika seseorang dinyatakan terkena influenza?

Sebagian besar kasus influenza dapat membaik dengan perawatan di rumah. Istirahat yang cukup, memenuhi kebutuhan cairan, dan mengatasi gejala menjadi bagian penting selama masa pemulihan. Kementerian Kesehatan menyebut sebagian besar penderita dapat sembuh sendiri tanpa perawatan khusus.

“Sebagian besar orang akan sembuh sendiri dalam waktu sekitar satu minggu tanpa perlu perawatan khusus. Namun, flu bisa menjadi berat atau bahkan berakibat fatal pada orang yang termasuk kelompok berisiko tinggi,” demikian tulis Kementerian Kesehatan.

Pada kondisi tertentu, dokter dapat mempertimbangkan pemberian obat antivirus. Penanganan ini terutama penting bagi pasien dengan risiko komplikasi atau kondisi yang dinilai membutuhkan terapi lebih lanjut. Karena itu, penggunaan obat sebaiknya berdasarkan pemeriksaan dan anjuran tenaga kesehatan.

Kelompok yang perlu lebih waspada antara lain anak-anak, lanjut usia, ibu hamil, serta orang dengan kondisi kesehatan tertentu. Jika muncul sesak atau kesulitan bernapas, kondisi memburuk, atau keluhan tidak kunjung membaik, pemeriksaan ke fasilitas pelayanan kesehatan diperlukan.

Selain penanganan ketika sudah sakit, pencegahan juga penting. Penularan influenza dapat terjadi melalui percikan saat orang yang terinfeksi batuk atau bersin. Menutup mulut dan hidung ketika batuk atau bersin, menjaga kebersihan tangan, serta menghindari kontak dekat ketika sedang sakit dapat membantu mengurangi risiko penularan.

Vaksinasi influenza juga menjadi salah satu upaya pencegahan. WHO menyebut vaksin influenza merupakan salah satu langkah penting untuk mencegah influenza dan komplikasinya, terutama bagi kelompok yang memiliki risiko lebih tinggi. Virus influenza terus mengalami perubahan sehingga komposisi vaksin juga diperbarui secara berkala.

Dengan mengenali gejalanya, masyarakat tidak perlu langsung panik ketika mengalami demam, batuk, atau pilek. Namun, bila keluhan muncul mendadak, semakin berat, atau terjadi pada kelompok berisiko, pemeriksaan tenaga kesehatan dapat membantu menentukan apakah keluhan tersebut merupakan influenza dan apakah diperlukan pemeriksaan lebih lanjut.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....