Anak Tantrum di Kasih Gadget, Ini Bahayanya!

  • 13 Agt 2026 20:48 WIB
  •  Surabaya

RRI.CO.ID, Surabaya - Direktur Sinergi Psikologi Surabaya Ida Ayu Putri Widiarini, menilai para orang tua perlu memberikan perhatian lebih kepada anak di tengah gencarnya gempuran teknologi media sosial. Ungkapan tersebut berawal dari pengamatan pada pola asuh anak oleh beberapa orang tua yang dinilai kurang tepat.

Ida saat diwawancara RRI Kamis 13 Agustus 2026 menjelaskan fenomena orang tua yang mayoritas memilih memberikan gadget kepada anak agar tidak tantrum menjadi awal masalah yang dapat berdampak pada psikologis anak. “Jadi demi anaknya tenang kebanyakan para orang tua memberikan hp, dan itu banyak terjadi,” ungkapnya.

Beberapa efek buruk yang dapat muncul akibat kesalahan pemanfaatan gadget pada anak diantaranya memicu kecemasan, depresi, dan perasaan terisolasi. “Nah dari kejadian itu kebanyakan orang tua tidak menyadari bahayanya dari sisi psikologis anak di masa yang akan datang,” ujarnya.

Lebih lanjut paparan secara terus-menerus ini menciptakan kebiasaan membandingkan hidup dengan orang lain, rasa takut tertinggal, serta kecanduan digital akibat dorongan hormon dopamin. “Dari situ anak bisa menjadi gampang minder, terus membandingkan hidupnya dengan orang lain, karena sudah kecanduan,” ucapnya.

Menurutnya, pola kebiasaan bermain gadget sejak kecil jika di teruskan akan menyebabkan penurunan kemampuan daya tangkap yang sangat berpengaruh pada proses belajar anak di masa yang akan datang. “Secara tidak sadar juga gadget ini membuat kualitas belajar anak jadi turun, akhirnya sulit menerima pembelajaran,” ungkapnya.

Maka dari itu dirinya memaparkan solusi dari masalah tersebut diantaranya mendorong para orang tua untuk lebih meningkatkan komunikasi dua arah dengan anak agar memiliki kesibukan yang nyata. “Jadi yang saya lakukan beberapa itu adalah memberikan edukasi dan sosialisasi ke para orang tua untuk peduli psikologis anak,” ujarnya.

Disamping itu, kedekatan yang empiris antara keduanya juga menjaga peran strategis dari orang tua itu sendiri agar tidak tergeser dengan kemajuan pesat teknologi seperti Artificial Intelligence. “AI ini juga menjadi tantangan, sudah mulai kok peran orang tua itu tergeser dengan AI, anak lebih bergantung pada AI akhirnya,” katanya mengakhiri.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....