Bisakah Photographic Memory Dilatih? Ini Penjelasan Ilmiahnya

  • 03 Jul 2026 10:28 WIB
  •  Surabaya

RRI.CO.ID, Surabaya - Banyak orang ingin memiliki photographic memory atau kemampuan mengingat sesuatu layaknya foto yang tersimpan di dalam otak. Kemampuan ini sering digambarkan sebagai seseorang yang dapat melihat sebuah halaman buku selama beberapa detik, lalu mengingat seluruh isinya secara sempurna. Namun, benarkah kemampuan tersebut dapat dilatih?

Dilansir dari Cleveland Clinic, hingga saat ini belum ada bukti ilmiah yang menunjukkan bahwa photographic memory benar-benar dimiliki oleh orang dewasa dalam bentuk seperti yang sering digambarkan di film atau serial televisi. Para ilmuwan lebih sering menggunakan istilah eidetic memory, yaitu kemampuan mengingat gambar dengan sangat detail dalam waktu singkat, yang umumnya ditemukan pada sebagian kecil anak-anak dan cenderung menghilang seiring bertambahnya usia.

Meski demikian, bukan berarti kemampuan mengingat tidak bisa ditingkatkan. Dilansir dari Harvard Medical School, daya ingat merupakan kemampuan yang dapat dilatih melalui berbagai teknik belajar dan kebiasaan sehari-hari. Otak memiliki sifat neuroplasticity, yaitu kemampuan untuk membentuk koneksi baru ketika terus digunakan untuk belajar dan mengingat informasi.

Salah satu teknik yang paling efektif adalah metode visualisasi. Dilansir dari Mayo Clinic, otak manusia cenderung lebih mudah mengingat gambar dibandingkan kata-kata. Oleh karena itu, ketika mempelajari informasi baru, cobalah mengubahnya menjadi gambaran mental yang unik, lucu, atau bahkan berlebihan. Semakin kuat asosiasi visual yang dibuat, semakin besar kemungkinan informasi tersebut bertahan dalam ingatan jangka panjang.

Teknik lain yang telah digunakan sejak ribuan tahun lalu adalah Memory Palace atau Method of Loci. Dilansir dari Britannica, metode ini dilakukan dengan membayangkan sebuah tempat yang sangat dikenal, seperti rumah sendiri, lalu menempatkan informasi yang ingin diingat di setiap ruangan secara imajinatif. Ketika ingin mengingat kembali informasi tersebut, seseorang cukup "berjalan" di dalam istana memori tersebut. Teknik ini masih digunakan hingga sekarang oleh banyak juara kompetisi menghafal dunia.

Selain visualisasi, latihan active recall juga terbukti sangat efektif. Dilansir dari American Psychological Association (APA), dibandingkan membaca materi berulang kali, mencoba mengingat kembali informasi tanpa melihat catatan justru memperkuat jalur memori di dalam otak. Teknik ini dikenal sebagai salah satu metode belajar yang paling efektif berdasarkan berbagai penelitian psikologi kognitif.

Mengulang materi dengan jeda waktu atau spaced repetition juga sangat dianjurkan. Dilansir dari University College London (UCL), mengulang informasi secara bertahap, misalnya satu hari, tiga hari, satu minggu, hingga satu bulan setelah pertama kali dipelajari, membantu memindahkan informasi dari memori jangka pendek ke memori jangka panjang. Banyak aplikasi belajar modern menggunakan prinsip ini untuk membantu pengguna menghafal kosakata maupun materi pelajaran.

Tak kalah penting adalah menjaga kesehatan otak. Menurut Harvard Health Publishing, kualitas tidur memiliki peran besar dalam proses konsolidasi memori. Saat tidur, otak menyusun dan memperkuat informasi yang dipelajari sepanjang hari. Selain itu, olahraga rutin, konsumsi makanan bergizi, serta mengurangi stres juga berkontribusi terhadap peningkatan fungsi kognitif dan kemampuan mengingat.

Para ahli juga mengingatkan agar masyarakat tidak mudah percaya pada klaim kursus yang menjanjikan seseorang dapat memperoleh photographic memory dalam hitungan hari. Hingga kini, belum ada metode yang terbukti mampu menciptakan kemampuan tersebut secara instan. Yang dapat ditingkatkan adalah kapasitas memori melalui latihan yang konsisten, bukan memperoleh "kekuatan super" untuk mengingat setiap detail secara sempurna.

Jadi, meskipun photographic memory seperti yang sering digambarkan dalam budaya populer belum terbukti dapat dilatih secara ilmiah, kemampuan mengingat tetap bisa ditingkatkan secara signifikan. Dengan memanfaatkan teknik visualisasi, Memory Palace, active recall, spaced repetition, serta menjaga kesehatan tubuh dan otak, siapa pun dapat memiliki daya ingat yang jauh lebih baik dan lebih efektif dalam kehidupan sehari-hari.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....