HUT IBI Ke-75, Komitmen Tingkatkan Kualitas Layanan Ibu dan Anak
- 01 Jul 2026 13:36 WIB
- Surabaya
RRI.CO.ID, Surabaya - Pengurus Daerah Ikatan Bidan Indonesia (PD IBI) Provinsi Jawa Timur menegaskan komitmennya meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan ibu dan anak melalui penguatan kompetensi bidan. Langkah tersebut dinilai menjadi bagian penting dalam mendukung peningkatan kualitas sumber daya manusia menuju Indonesia Emas 2045.
Ketua PD IBI Provinsi Jawa Timur, Dr. Hj. Siti Maimunah, Rabu 1 Juli 2026 mengatakan peringatan HUT IBI ke-75 bukan sekadar seremoni, tetapi menjadi momentum memperkuat profesionalisme bidan. Menurutnya, bidan memiliki peran strategis sebagai garda terdepan pelayanan kesehatan ibu, bayi, dan keluarga.
"Peringatan 75 tahun IBI bukan sekadar mengenang perjalanan organisasi, tetapi menjadi momentum memperkuat kompetensi, profesionalisme, dan semangat pengabdian bidan dalam mendukung terwujudnya Generasi Emas Indonesia 2045. Bidan harus terus meningkatkan kualitas diri agar mampu memberikan pelayanan yang aman, bermutu, dan sesuai dengan kebutuhan masyarakat," kata Siti Maimunah.
Ia berharap seluruh bidan terus meningkatkan kemampuan dan kualitas pelayanan di tengah tantangan dunia kesehatan yang terus berkembang. Sinergi antara organisasi profesi, pemerintah, dan berbagai mitra juga dinilai perlu diperkuat untuk meningkatkan pelayanan kepada masyarakat.
Ketua Umum Pengurus Pusat IBI, Dr. Ade Jubaedah, menegaskan bidan memiliki peran penting dalam meningkatkan kualitas kesehatan ibu dan anak. "Karena itu, seluruh bidan perlu terus meningkatkan kompetensi, memperkuat kolaborasi lintas sektor, serta menghadirkan inovasi pelayanan yang adaptif terhadap perkembangan zaman," ujar Ade Jubaedah.
Komitmen tersebut diwujudkan melalui seminar hybrid yang menjadi puncak peringatan HUT IBI ke-75 dan diikuti lebih dari 4.000 bidan dari berbagai kabupaten dan kota di Jawa Timur. Seminar menghadirkan narasumber dari kalangan akademisi, organisasi profesi, dan pemerintah untuk membahas penguatan mutu pelayanan kebidanan.
Dalam seminar itu, dr. Dwi Krisna Imawan memaparkan pentingnya Program Bidan Delima untuk meningkatkan mutu praktik kebidanan, sedangkan Hj. Nur Cita Qomariyah mengajak bidan memanfaatkan media sosial secara profesional. "Media sosial bukan hanya menjadi sarana komunikasi, tetapi juga dapat dimanfaatkan sebagai media edukasi kesehatan sekaligus memperkuat kepercayaan masyarakat terhadap profesi bidan," ujar Nur Cita.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....