Dokter Ingatkan Orang Tua Jangan Tunda Vaksinasi Anak
- 30 Jun 2026 10:08 WIB
- Surabaya
RRI.CO.ID, Surabaya - Masih banyak orang tua yang menganggap imunisasi tidak perlu diberikan ketika anak tampak sehat. Padahal, justru saat kondisi tubuh sehat, vaksin bekerja paling optimal untuk membentuk perlindungan terhadap berbagai penyakit infeksi yang berpotensi menimbulkan komplikasi serius.
Dokter Spesialis Anak RS Premier Surabaya, dr. Deddy Iskandar, Sp.A, menegaskan bahwa vaksin bukanlah obat untuk menyembuhkan penyakit, melainkan upaya pencegahan agar tubuh memiliki kekebalan sebelum terpapar virus atau bakteri. "Masih ada orang tua yang bertanya, 'Anak saya sehat-sehat saja, mengapa masih perlu divaksin?' Padahal, vaksin memang diberikan ketika anak sehat agar tubuh sudah siap melawan penyakit apabila suatu saat terpapar," ujar dr. Deddy dala keterangan tertulis diterima RRI, Selasa 30 Juni 2026.
Ia mengibaratkan vaksin seperti sabuk pengaman saat berkendara. Sabuk pengaman dipasang sebelum terjadi kecelakaan, bukan setelahnya. Begitu pula vaksin, yang berfungsi memberikan perlindungan sebelum anak terinfeksi penyakit.
Menurutnya, pada masa pertumbuhan sistem kekebalan tubuh anak masih berkembang sehingga lebih rentan mengalami infeksi. Melalui vaksinasi, tubuh dikenalkan pada kuman yang telah dilemahkan atau sebagian komponen kuman sehingga sistem imun mampu membentuk antibodi. Ketika suatu hari anak terpapar penyakit yang sebenarnya, tubuh telah memiliki pertahanan untuk melawannya.
Vaksinasi terbukti mampu menurunkan risiko penyakit berat, komplikasi, kecacatan, hingga kematian akibat penyakit yang sebenarnya dapat dicegah melalui imunisasi. Meski beberapa penyakit seperti campak, polio, difteri, atau batuk rejan kini semakin jarang ditemukan, dr. Deddy mengingatkan penyakit tersebut masih berpotensi muncul apabila cakupan imunisasi masyarakat menurun.
Berbagai penyakit yang dapat dicegah melalui vaksinasi antara lain Hepatitis B, Tuberkulosis (TBC), Difteri, Pertusis, Tetanus, Polio, Campak dan Rubella, Pneumonia, Meningitis, Ensefalitis, Influenza, Rotavirus penyebab diare berat, Mumps, Cacar Air, Hepatitis A, Typhus, hingga Hand, Foot and Mouth Disease (HFMD).
| Baca juga: Uban di Usia Muda, Normalkah? |
Selain melindungi anak, vaksinasi juga membantu memutus rantai penularan penyakit di masyarakat. Anak yang memperoleh imunisasi lengkap turut melindungi kelompok yang lebih rentan, seperti bayi yang belum cukup usia menerima vaksin tertentu, lansia, maupun individu dengan daya tahan tubuh lemah.
Dr. Deddy juga mengingatkan orang tua tidak perlu khawatir apabila anak mengalami demam ringan, kemerahan, atau nyeri di lokasi suntikan setelah imunisasi. Reaksi tersebut merupakan respons normal yang menunjukkan sistem kekebalan tubuh sedang membentuk perlindungan dan umumnya hanya berlangsung satu hingga dua hari.
"Risiko tidak mendapatkan vaksin jauh lebih besar dibandingkan efek samping ringan setelah imunisasi. Karena itu, jangan menunda jadwal vaksin hanya karena anak terlihat sehat atau khawatir terhadap efek samping," ujarnya.
Apabila terdapat jadwal imunisasi yang terlewat, orang tua tetap dapat berkonsultasi dengan dokter untuk menyusun jadwal imunisasi kejar sehingga perlindungan anak tetap dapat dilengkapi sesuai usianya. RS Premier Surabaya menyediakan layanan konsultasi dan vaksinasi anak yang dilakukan sesuai rekomendasi jadwal imunisasi oleh dokter spesialis anak.
Orang tua juga dapat memperoleh edukasi mengenai jenis vaksin yang dibutuhkan serta penyusunan jadwal imunisasi sesuai kondisi masing-masing anak. "Setiap vaksin yang diberikan adalah langkah kecil yang membawa manfaat besar bagi masa depan anak. Jangan menunggu sampai anak sakit untuk mulai melindunginya. Lengkapi imunisasi sesuai jadwal dan konsultasikan dengan dokter spesialis anak agar si kecil mendapatkan perlindungan yang optimal," kata dr. Deddy Iskandar, Sp.A.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....