Bius Epidural: Pengertian, Manfaat, Prosedur, dan Risikonya
- 26 Jun 2026 11:45 WIB
- Surabaya
RRI.CO.ID, Surabaya – Apa sih pengertian bius epidural? bius atau memiliki nama lain anestesi merupakan salah satu metode anestesi regional yang sering digunakan dalam tindakan operasi maupun persalinan. Teknik ini bekerja dengan cara menyuntikkan obat anestesi ke ruang epidural di sekitar tulang belakang sehingga rasa nyeri pada bagian tubuh tertentu dapat dikurangi atau dihilangkan.
Lebih lanjut mengutip dari website keslan.kemkes.go.id anestesi epidural adalah salah satu teknik anestesi regional yang dilaksanakan dengan memasukkan agen anestesi lokal ke dalam ruang epidural. Teknik ini banyak digunakan untuk persalinan normal, operasi Caesar, operasi area perut bawah, operasi panggul dan kaki dan penanganan nyeri pascaoperasi.
Mengutip dari website keslan.kemkes.go.id juga menjelaskan bahwa teknik epidural digunakan secara luas pada anestesi, analgesi persalinan, pengelolaan nyeri pascaoperasi, hingga nyeri kronis.
Dalam prosedurnya, pasien biasanya diminta duduk atau berbaring miring dengan punggung melengkung agar dokter lebih mudah menemukan celah antar tulang belakang. Setelah area dibersihkan dan disterilkan, dokter memasukkan jarum epidural dan kateter kecil untuk menyalurkan obat bius.
Penggunaan epidural memiliki beberapa keuntungan dibandingkan pemberian obat nyeri biasa melalui infus atau suntikan umum. Salah satu manfaat utamanya adalah pasien tetap sadar tetapi rasa nyeri dapat dikendalikan dengan baik.
Walaupun tergolong aman jika dilakukan oleh tenaga medis profesional, epidural tetap memiliki risiko efek samping dan komplikasi. Beberapa efek samping yang umum terjadi antara lain: tekanan darah menurun, mual dan muntah, nyeri kepala setelah tindakan dan kaki terasa lemas atau mati rasa sementara
Bius epidural merupakan teknik anestesi regional yang efektif untuk mengurangi rasa nyeri saat persalinan maupun operasi. Metode ini dinilai aman dan memiliki banyak manfaat, terutama dalam membantu pasien tetap nyaman tanpa harus kehilangan kesadaran penuh. Meski demikian, prosedur epidural tetap harus dilakukan oleh dokter anestesi agar risiko komplikasi dapat diminimalkan.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....