Gebyar Bersama Wujudkan Surabaya Emas Sasar 499 Balita Pra-Stunting di Surabaya

  • 22 Jun 2026 08:50 WIB
  •  Surabaya

RRI.CO.ID, Surabaya - Pemerintah Kota Surabaya bersama TP PKK Surabaya meluncurkan Gebyar Bersama Wujudkan Surabaya Emas (BWSE) Eliminasi Masalah Stunting Jilid V yang menyasar 499 balita pra-stunting usia 6-59 bulan. Ketua TP PKK Surabaya Rini Indriyani mengatakan, BWSE merupakan program kolaboratif tahun kelima yang melibatkan DP3APPKB, Dinas Kesehatan, DKPP, dan Dinkominfo.

"Ini program tahun kelima kami mengadakan kolaborasi dengan dinas yang terkait. Ada DP3APPKB, Dinas Kesehatan, Dinas Pertanian dan Dinas Kominfo," katanya.

Menurutnya, program ini menyasar balita pra-stunting yang berisiko mengalami stunting jika tidak mendapat intervensi sejak dini. "Pra-stunting itu untuk yang dia belum stunting, tapi kalau diteruskan dia bisa menjadi stunting," ujarnya.

Peserta mendapat pendampingan selama dua bulan berupa susu, telur, dan ayam sebagai sumber protein. Bagi balita yang alergi telur, asupan diganti ikan atau daging.

Setiap anak didampingi tiga Tim Pendamping Keluarga dari unsur tenaga kesehatan, PKK, dan Kader Surabaya Hebat. "Jadi satu anak tiga pendamping keluarga. Dari unsur nakes, dari unsur PKK, sama dari unsur Kader Surabaya Hebat," katanya.

Program ini juga melibatkan Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI), Himpunan Psikologi Indonesia (HIMPSI), Fakultas Kesehatan Masyarakat, dan Poltekkes Kemenkes. Salah satu aspek yang dinilai adalah keterlibatan ayah dalam pengasuhan anak.

"Karena ternyata pengaruh ayah cukup besar untuk perkembangan anak. Sehingga keterlibatan ayah ini dilihat nanti di dalam penilaian," tuturnya.

Dari 788 balita yang terdata, sebanyak 499 balita mengikuti program, 249 balita tidak mengikuti, 14 balita memiliki penyakit penyerta, dan 26 balita berasal dari keluarga non-Surabaya. Pemeriksaan kesehatan dan tumbuh kembang juga dilakukan di 59 puskesmas dengan melibatkan 63 dokter spesialis anak.

Rini berharap pendampingan selama dua bulan dapat membentuk kebiasaan baru dalam pemenuhan gizi dan pola asuh anak. "Harapan kami ketika ini sudah dilakukan dua bulan ini akan menjadi habit, menjadi kebiasaan njenengan," pungkasnya.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....