Mengenal Vertigo dan Cara Mencegahnya
- 10 Jun 2026 10:33 WIB
- Surabaya
RRI.CO.ID, Surabaya - Pernahkah Anda merasakan tiba-tiba dunia serasa berputar dan Anda kehilangan keseimbangan meskipun tubuh dalam keadaan diam? Jika pernah, Anda mungkin mengalami vertigo, sebuah kondisi yang sering disalahartikan sebagai pusing biasa. Vertigo bukanlah penyakit tersendiri, melainkan gejala dari gangguan kesehatan lain yang memengaruhi sistem keseimbangan tubuh.
Mengutip keslan.kemkes.go.id, vertigo adalah kondisi di mana seseorang mengalami pusing dan merasakan lingkungan atau benda-benda di sekitarnya bergerak, melayang, dan seolah-olah berputar. Dalam kondisi ini, penderita biasanya akan mengalami hilangnya keseimbangan sehingga untuk sekadar berdiri atau berjalan saja sangat sulit dilakukan.
Selain itu, penderita juga akan merasakan bagian kepalanya terasa sakit, pusing, dan bahkan disertai rasa mual serta ingin muntah. Secara umum, vertigo dibedakan menjadi dua jenis berdasarkan letak gangguannya.
Vertigo perifer adalah jenis yang paling sering terjadi dan disebabkan oleh gangguan pada telinga bagian dalam yang berfungsi menjaga keseimbangan tubuh. Penyebabnya antara lain BPPV (Benign Paroxysmal Positional Vertigo), penyakit Meniere, neuritis vestibular, serta infeksi telinga tengah yang tidak diobati.
Sementara vertigo sentral disebabkan oleh gangguan di otak atau sistem saraf pusat, seperti stroke, tumor otak, migrain, multiple sclerosis, hingga cedera kepala. Gejala vertigo tidak hanya terbatas pada sensasi berputar saja.
Pada vertigo perifer, gejala penyertanya meliputi nyeri atau rasa tersumbat pada telinga, gangguan pendengaran, telinga berdenging (tinnitus), penglihatan buram, serta mual dan muntah. Sementara pada vertigo sentral, gejala yang timbul bisa lebih berat seperti sulit menelan, penglihatan ganda, kelumpuhan wajah, bicara pelo, hingga kelemahan pada anggota tubuh .
Gejala ini dapat berlangsung beberapa menit hingga jam, dan bisa terjadi secara terus-menerus atau hilang timbul. Mencegah kekambuhan vertigo dapat dilakukan dengan mengenali dan menghindari pemicunya.
Beberapa langkah pencegahan yang dianjurkan antara lain menghindari gerakan mendadak, membiasakan bangun dari posisi tidur secara perlahan dengan duduk terlebih dahulu. Hindari juga gerakan kepala mendongak secara tiba-tiba, posisi berjongkok, serta membungkuk saat mengangkat barang.
Bagi penderita penyakit Meniere, batasi konsumsi garam dan kafein karena dapat memicu penumpukan cairan di telinga bagian dalam. Penderita vertigo juga disarankan untuk tidur dengan posisi kepala sedikit lebih tinggi, misalnya menggunakan dua bantal atau lebih.
Saat bangun di malam hari, gunakan penerangan yang cukup untuk menghindari tersandung atau kehilangan keseimbangan. Kelola stres dengan baik, karena kecemasan dan stres dapat memperburuk gejala vertigo. Perbanyak minum air putih untuk mencegah dehidrasi, yang juga merupakan salah satu pemicu vertigo.
Ketika serangan vertigo datang, langkah pertama yang harus dilakukan adalah segera duduk atau berbaring di tempat yang aman. Hindari cahaya terang dan berbaring diam di ruangan yang gelap untuk mengurangi sensasi berputar. Usahakan untuk tidak banyak bergerak dan hindari perubahan posisi kepala secara tiba-tiba. Jika vertigo disertai dehidrasi, segera minum air putih yang cukup.
Para ahli juga merekomendasikan latihan rehabilitasi vestibular seperti manuver Epley atau manuver Brandt-Daroff untuk kasus vertigo yang disebabkan oleh BPPV. Namun, kedua manuver ini sebaiknya dilakukan di bawah pengawasan tenaga medis profesional, karena jika dilakukan sendiri dapat memicu serangan vertigo yang lebih berat.
Jika vertigo terus kambuh atau mengganggu aktivitas sehari-hari, segera periksakan diri ke dokter spesialis THT atau saraf untuk mendapatkan diagnosis dan penanganan yang tepat.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....