Kenapa Scroll Medsos sebelum Tidur Bikin Susah Merem?

  • 10 Jun 2026 10:35 WIB
  •  Surabaya

RRI.CO.ID, Surabaya - Sudah menjadi ritual bagi banyak orang sebelum tidur: merebahkan diri di tempat tidur, mematikan lampu, lalu asyik scrolling media sosial. Niatnya hanya sebentar, tetapi tanpa terasa jam sudah menunjukkan pukul satu dini hari.

Kebiasaan yang tampak sepele ini ternyata berdampak serius pada kualitas tidur dan kesehatan otak. Paparan cahaya biru dari layar ponsel di malam hari mengganggu produksi melatonin, hormon yang mengatur siklus tidur alami manusia.

Cahaya biru membuat otak menafsirkan kondisi seolah-olah masih siang hari, sehingga pelepasan melatonin terhambat dan tubuh sulit mengenali waktu istirahat. Akibatnya, seseorang cenderung mengalami keterlambatan tidur atau tetap terjaga lebih lama meskipun secara fisik sudah merasa lelah.

Melansir ayosehat.kemkes.go.id, paparan cahaya biru dari layar gadget dapat mengurangi produksi hormon melatonin yang sangat penting untuk tidur nyenyak. Kemenkes juga menjelaskan bahwa meletakkan ponsel terlalu dekat saat tidur bisa berdampak buruk bagi kesehatan jangka panjang.

Gangguan tidur yang disebabkan oleh kebiasaan ini tidak hanya mengurangi energi, tetapi juga menurunkan konsentrasi dan produktivitas keesokan harinya. Selain faktor cahaya, jenis konten yang dikonsumsi sebelum tidur juga berpengaruh besar terhadap kondisi psikologis seseorang.

Informasi yang berlebihan, konten yang memicu emosi, serta video pendek yang memberikan stimulasi dopamin secara berulang membuat otak tetap aktif dan sulit rileks. Akibatnya, tubuh tidak dapat masuk ke fase tidur yang dalam dan berkualitas, meskipun secara kasat mata seseorang sudah memejamkan mata.

Dampak jangka panjang dari kebiasaan ini sangat serius. Risiko gangguan tidur seperti insomnia meningkat dan dapat berdampak lebih luas pada kesehatan, termasuk menurunnya daya tahan tubuh, meningkatnya stres, serta gangguan konsentrasi. Sebuah penelitian yang dipublikasikan dalam jurnal kesehatan juga menegaskan bahwa paparan cahaya biru dari perangkat elektronik memiliki hubungan signifikan dengan kualitas tidur yang buruk, terutama pada kelompok usia remaja dan dewasa muda.

Bagi mereka yang sulit melepas ponsel sebelum tidur, para ahli merekomendasikan beberapa langkah sederhana. Pertama, batasi penggunaan gawai setidaknya 30 hingga 60 menit sebelum waktu tidur.

Kedua, aktifkan fitur penyaring cahaya biru atau "night mode" pada ponsel jika terpaksa harus menatap layar. Ketiga, ganti kebiasaan scrolling dengan aktivitas yang lebih menenangkan seperti membaca buku fisik, meditasi ringan, atau mendengarkan musik santai.

Dengan mengatur kebiasaan sebelum tidur secara konsisten, kualitas istirahat dapat meningkat secara signifikan. Tidur yang cukup dan berkualitas menjadi salah satu faktor terpenting dalam menjaga kesehatan fisik dan mental, serta mendukung produktivitas di tengah aktivitas digital yang semakin padat . Mulai malam ini, coba simpan ponsel Anda lebih awal agar otak dan tubuh bisa beristirahat dengan maksimal.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....