Bolehkah Sering Mencabut Uban?

  • 08 Jun 2026 16:00 WIB
  •  Surabaya

RRI.CO.ID, Surabaya - Melihat satu helai uban tiba-tiba muncul di tengah rambut hitam seringkali memicu refleks untuk segera mencabutnya. Banyak orang menganggap mencabut uban adalah cara paling praktis dan instan untuk menjaga penampilan tetap rapi. Namun, di balik kebiasaan sederhana ini, para ahli kesehatan justru memperingatkan adanya sejumlah risiko yang mengintai kesehatan rambut dan kulit kepala.

Salah satu mitos yang paling populer di masyarakat adalah anggapan bahwa mencabut satu helai uban akan menyebabkan lebih banyak uban yang tumbuh di tempat yang sama. Mitos ini telah beredar turun-temurun dan membuat banyak orang enggan mencabut uban karena takut memperparah kondisi. Secara ilmiah anggapan ini tidak benar karena setiap folikel rambut hanya mampu menumbuhkan satu helai rambut, sehingga mencabut satu uban tidak akan membuat folikel baru bermunculan .

Berdasarkan informasi dari ayosehat.kemkes.go.id, mencabut uban secara terus-menerus dapat menyebabkan kerusakan pada folikel rambut yang berujung pada kebotakan permanen di area yang sering dicabut. Ketika rambut dicabut hingga ke akar, folikel rambut mengalami trauma mekanis yang jika diulang terus-menerus akan mengganggu proses pertumbuhan rambut normal. Kerusakan folikel yang parah bahkan dapat membuat rambut tidak pernah tumbuh kembali lagi di area tersebut.

Selain menyebabkan kerusakan folikel, mencabut uban juga dapat memicu berbagai masalah pada kulit kepala. Kebiasaan ini membuka celah bagi bakteri untuk masuk ke dalam folikel yang terluka, yang dapat menyebabkan infeksi dan peradangan yang disebut folikulitis. Gejala folikulitis ditandai dengan munculnya benjolan merah kecil berisi nanah di kulit kepala yang terasa nyeri dan gatal. Pada kasus yang lebih parah, infeksi dapat menyebar dan menyebabkan komplikasi yang lebih serius.

Lantas, benarkah rambut baru yang tumbuh setelah dicabut akan kembali berwarna hitam? Jawabannya adalah tidak. Proses memutihnya rambut terjadi karena sel-sel melanosit di dalam folikel rambut berhenti memproduksi melanin, yaitu pigmen alami pemberi warna pada rambut. Ketika rambut putih dicabut, rambut baru yang tumbuh dari folikel yang sama akan tetap berwarna putih karena tidak ada melanin yang diproduksi, sehingga upaya mencabut uban menjadi sia-sia.

Para ahli kesehatan menekankan bahwa munculnya uban sebenarnya adalah proses alami yang tidak dapat dihindari seiring bertambahnya usia. Beberapa faktor yang mempercepat munculnya uban antara lain faktor genetik atau keturunan, stres berkepanjangan, kekurangan vitamin B12, serta gangguan tiroid. Jika uban muncul di usia muda, sangat disarankan untuk berkonsultasi dengan dokter untuk mengetahui penyebab pastinya, bukan justru mencabutnya dengan sembarangan.

Bagi masyarakat yang merasa terganggu dengan keberadaan uban, terdapat alternatif yang jauh lebih aman dibandingkan mencabutnya. Mewarnai rambut dengan produk pewarna rambut yang aman dan sesuai dengan jenis rambut menjadi pilihan paling umum untuk menyamarkan uban. Perawatan rambut secara teratur dengan menggunakan masker rambut, menghindari paparan sinar matahari berlebihan, serta mengonsumsi makanan bergizi seimbang yang kaya akan vitamin B12, zat besi, dan tembaga juga dapat membantu memperlambat munculnya uban.

Selain aspek kesehatan fisik, munculnya uban juga memiliki nilai tersendiri dalam berbagai perspektif. Uban sering dianggap sebagai tanda kedewasaan, pengalaman hidup, dan kebijaksanaan yang telah dilalui seseorang. Alih-alih merasa terganggu, menerima kehadiran uban sebagai bagian alami dari proses penuaan justru dapat meningkatkan rasa percaya diri dan penerimaan terhadap diri sendiri. Perawatan rambut yang sehat dan konsisten tetap menjadi prioritas utama untuk menjaga rambut tetap kuat dan berkilau meskipun warna putih mulai bermunculan.

Masyarakat diimbau untuk menghentikan kebiasaan mencabut uban karena risiko yang ditimbulkannya jauh lebih besar dibandingkan manfaat yang didapat. Jika tetap ingin menghilangkan uban, gunakan gunting kecil untuk memotong uban di bagian pangkal tanpa mencabutnya dari akar. Cara ini akan menghilangkan tampilan uban tanpa merusak folikel rambut dan menyebabkan masalah kulit kepala di kemudian hari.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....